<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790</atom:id><lastBuildDate>Tue, 20 Mar 2012 18:59:12 +0000</lastBuildDate><category>Artikel</category><category>Hama Dan Penyakit</category><title>TERNAK PERKASA</title><description>Breeders and Supplier</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>43</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-2292860200375543147</guid><pubDate>Wed, 08 Jul 2009 14:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-05T10:36:45.579-07:00</atom:updated><title>PENYAKIT SAPI GILA</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SlSp6m2ukGI/AAAAAAAAAc0/rkMtoMPgg_g/s1600-h/prion3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 202px; height: 132px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SlSp6m2ukGI/AAAAAAAAAc0/rkMtoMPgg_g/s320/prion3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356092681177960546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyakit Sapi Gila&lt;/span&gt; pertama kali ditemukan di Ingris pada tahun 1985. Pada saat ini penyakit tersebut menyerang seekor sapi dengan gejala klinis kupingnya bergetar, hipersalivasi (air liur keluar secara terus menerus), jalan terkulai dan akhirnya mati.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sinonim&lt;br /&gt;Mad cow, Bovine Spongiform Encephalopathy(BSE)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etiologi&lt;br /&gt;Penyakit Sapi Gila (Bovine Spongiform encephalopathy/BSE) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh Prion (Proteinaceuous infectious particles) yaitu suatu protein tanpa asam nukleat yang infektif. Prion ini tahan terhadap panas, formalin 1% juga b-propiolaction dengan konsentrasi 1 %.&lt;br /&gt;Penyakit sapi gila ini bersifat zoonosis sehingga dapat menyerang manusia yang dikenal dengan Subacute Spongiform Encephalopathy (SSE)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan mudah terinfeksi&lt;br /&gt;Ruminansia sapi, kerbau, babi, kambing dan domba. Pada sapi kejadian ini sering timbul ketika hewan tersebut berumur tiga sampai lima tahun&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SlSqh-RN_JI/AAAAAAAAAc8/44pa2_L1zIQ/s1600-h/sero_5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 241px; height: 158px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SlSqh-RN_JI/AAAAAAAAAc8/44pa2_L1zIQ/s320/sero_5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356093357477985426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cara penularan&lt;br /&gt;Penyakit Sapi Gila dapat ditularkan sebagian besar karena pemberian pakan ternak dari daging atau tulang yang telah terinfeksi oleh penyakit sapi gila melalui pakan, juga dapat melalui peralatan kandang, kendaraan pengangkut maupun alat penggiling makanan. Selain itu penyebaran penyakit ini juga dapat ditularkan dari induk yang bunting kepada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala klinis&lt;br /&gt;• Depresi&lt;br /&gt;• penurunan produksi susu&lt;br /&gt;• Ambruk&lt;br /&gt;• ataxia&lt;br /&gt;• inkoordinasi&lt;br /&gt;• Tremor atau kejang-kejang&lt;br /&gt;• keluar air liur yang terus menerus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis&lt;br /&gt;• Dari gejala klinis yang nampak&lt;br /&gt;• Pembuatan preparat histopatologis akan nampak gejala seperti lesi vakuolisasi pada sel otak dan terdapat sel intrasitoplasmik vakuolisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan&lt;br /&gt;pengawasan ketat import daging, bahan makanan dan pakan ternak dan juga pelarangan impor dari negara yang telah terdapat kasus BSEnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-2292860200375543147?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/07/penyakit-sapi-gila.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SlSp6m2ukGI/AAAAAAAAAc0/rkMtoMPgg_g/s72-c/prion3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-5681129760600848759</guid><pubDate>Wed, 08 Jul 2009 14:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-05T10:37:01.417-07:00</atom:updated><title>Sapi Gila Tak Pengaruhi Penjualan Sapi Untuk Kurban</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SlSotDY0RAI/AAAAAAAAAcc/Q6fIr6VHVBQ/s1600-h/Copy+of+mainpix.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 197px; height: 125px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SlSotDY0RAI/AAAAAAAAAcc/Q6fIr6VHVBQ/s320/Copy+of+mainpix.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356091348807336962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyakit sapi gila yang akhir-akhir ini &lt;/span&gt;menjadi isu nasional tak mempengaruhi penjualan sapi sebagai hewan kurban, bahkan para pedagang mengaku mengalami peningkatan penjualan sapi hingga 10-20 persen.&lt;br /&gt;"Menjelang Idul Adha tahun ini, penjualan sapi kami meningkat cukup baik dibanding Idul Adha tahun kemarin sebesar 10 hingga 20 persen," kata seorang penjual hewan kurban jenis sapi Bima yang mangkal di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Muhdar Dena yang ditemui ANTARA, Jumat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Guru SLTP yang menggunakan kesempatan Idul Adha untuk berdagang sapi itu mengatakan, dari 100 sapi yang dijual sejak seminggu yang lalu, sekitar 60 sapi sudah terjual, padahal tahun-tahun lalu pihaknya hanya bisa menjual 50 ekor sampai malam menjelang Idul Adha. Pihaknya, ujar dia, juga menjual kerbau yang karena lebih berat dan besar harganya lebih mahal, kalau sapi yang memiliki berat 400kg dijual Rp5 juta dan yang 200kg dijual Rp3 juta, maka kerbau dengan berat 450kg dijual Rp 7,6 juta. Ia mengatakan, dari hasil penjualan hewan kurban sapi dan kerbau tersebut ia dapat memperoleh keuntungan hingga Rp100-150 ribu per ekor setelah dikurangi ongkos kirim dan pakan sapi. Sementara itu pedagang sapi Bali, Suparno, juga mengalami hal sama yang penjualannya meningkat hingga 10-20 persen. Tahun lalu dia hanya menjual 50 ekor, sekarang bisa sampai 50 ekor lebih, katanya. Sapi Bali harganya lebih mahal dibanding sapi Bima karena lebih besar. Harga sapi Bali bisa mencapai sekitar Rp9 juta disbanding sapi Bima yang harganya sekitar Rp.5 juta.&lt;br /&gt;Kambing, Selain penjualan sapi yang meningkat, penjualan kambing dan domba juga naik.&lt;br /&gt;Taufik, pedagang hewan kurban jenis kambing dan domba di tempat yang sama, mengatakan, pada Idul Adha tahun ini penjualan hewan kurbannya juga meningkat 10-20 persen dibanding tahun lalu.&lt;br /&gt;Menurut dia, peningkatan itu terjadi karena tahun lalu musim hujan terus-menerus sehingga minat pembelipun berkurang. Ia mengatakan, harga kambing dan domba bervariasi tergantung beratnya, untuk kambing seberat 15-20kg dijual Rp500 ribu, sedangkan untuk domba seberat 30-35kg harganya berkisar Rp1 juta sampai Rp1,5 juta.&lt;br /&gt;"Tetapi ada juga pembeli yang tidak peduli dengan berat asalkan kambing tersebut terlihat mulus dan cantik, maka orang akan memilihnya meskipun beratnya kurang, malah kambing yang seperti itu bisa lebih mahal," katanya.&lt;br /&gt;Sementara itu di luar lokasi penjualan hewan kurban harga daging di pasar relatif stabil tidak ada penurunan dan kenaikan, yakni Rp40 ribu per kg.&lt;br /&gt;"Dua hari sebelum Idul Adha harga daging tetap pada harga biasa, justru setelah Lebaran Haji nanti daging biasanya jadi lebih mahal," kata Wita seorang pedagang daging di Pasar Minggu. Wita menambahkan, justru penjualan ayam yang mengalami penurunan dengan adanya isu flu burung. Penurunan itu, menurut dia, mencapai 30-40 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-5681129760600848759?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/07/sapi-gila-tak-pengaruhi-penjualan-sapi.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SlSotDY0RAI/AAAAAAAAAcc/Q6fIr6VHVBQ/s72-c/Copy+of+mainpix.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-5865482185170695120</guid><pubDate>Wed, 08 Jul 2009 14:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-05T10:38:01.513-07:00</atom:updated><title>BENARKAH PENYAKIT SAPI GILA MENULAR PADA MANUSIA ?</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SlSnkaFgxMI/AAAAAAAAAcM/wJIgvTetALg/s1600-h/2004_0305_014454%2520%28Small%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 212px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SlSnkaFgxMI/AAAAAAAAAcM/wJIgvTetALg/s320/2004_0305_014454%2520%28Small%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356090100769932482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyakit sapi gila (Bovine Spongiform encephalopathy/BSE)&lt;/span&gt; adalah penyakit yang disebabkan oleh bahan infeksius yang baru dikenal dan disebut prion. BSE menyerang sapi dan tanda-tanda BSE itulah yang baru-baru ini ditemukan pada seekor sapi di Washington, Amerika Serikat sehingga menyebabkan kepanikan di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kepanikan itu muncul ? Karena Amerika Serikat adalah produsen besar daging sapi dan turunannya dan diduga prion yang menyebabkan BSE , dapat menular kepada manusia dan menyebabkan penyakit yang dalam istilah kedokteran disebut Subacute Spongiform Encephalopathy (SSE).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prion&lt;br /&gt;Dunia kesehatan selalu dihadapkan pada fenomena baru setiap kali ilmu pengetahuan dan teknologi berhasil mengungkapkan sesuatu yang baru. Prion protein (PrP) atau biasa disebut prion adalah sejenis protein yang diperoleh dari jaringan otak binatang yang terkena penyakit radang otak yang tidak diketahui sebabnya yang disebut bovine spongiform encephalopathy. Prion bukan benda hidup yang lengkap layaknya bakteri, virus ataupun protozoa. Prion dapat dibedakan dari virus atau viroid karena tidak memiliki asam nukleat dan oleh karenanya dia tahan terhadap semua prosedur yang bertujuan mengubah atau menghidrolisa asam nukleat termasuk ensim protease ,sinar ultraviolet, radiasi dan berbagai zat kimia seperti deterjen, zat yang menimbulkan denaturasi protein seperti obat disinfektan atau pemanasan/perebusan. Namun yang mengherankan prion memiliki kemampuan memperbanyak diri melalui mekanisme yang hingga saat ini belum diketahui. Prion sampai sekarang dianggap sebagai benda yang bertanggung jawab terhadap kejadian ensefalopati pada penyakit sapi gila (BSE), Creutzfeldt-Jakob Disease (CJD) , Gerstmann-Straussler Syndrome dan penyakit Kuru sejenis penyakit kelumpuhan yang timbul pada keluarga tertentu . Semuanya memiliki gejala yang sama yaitu jaringan otaknya mengalami degenerasi menjadi benda yang berlubang ? lubang kecil seperti layaknya karet busa atau spons dan oleh karena itu disebut sebagai spongiform encephalopathy, keadaan itu sejalan dengan gangguan pergerakan anggota tubuh/kelumpuhan yang terjadi yang semakin lama semakin berat dan akhirnya menimbulkan kematian..&lt;br /&gt;Sebenarnya, struktur gene Prion telah ditemukan , dan diketahui pula bahwa pada binatang yang terinfeksi maupun pada percobaan inokulasi prion maka akan terjadi penumpukan prion pada jaringan otak . Prion diduga menyebar melalui dan di dalam jaringan saraf . Kesenjangan pengetahuan tentang biologi molekuler prion dan patogenesis penyakit yang disebabkannya, sampai sekarang masih besar dan secara intensif sedang dilakukan penelitian untuk memperkecil kesejangan itu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Creutzfeldt-Jakob Disease dan varian CJD&lt;br /&gt;Gejala CJD diawali perlahan-lahan dengan munculnya kebingungan, kemudian timbul kepikunan yang progresif , lalu timbul kesulitan berjalan.serta gemetaran . Selanjutnya penyakit menyerang dengan cepat dan kematian biasanya terjadi dalam 3 ? 12 bulan, dengan rata-rata 7 bulan.&lt;br /&gt;Penyakit CJD telah dilaporkan oleh berbagai negara di dunia, antara lain Amerika Serikat, Chili, Slovakia dan Israel. Tetapi pada pertengahan tahun 1999 telah dilaporkan lebih dari 40 kasus mirip CJD yang dikenal sebagai variant Creutzfeldt-Jakob Disease (vCJD) dan hampir semua kasus berasal dari Inggris , negara dimana dalam 10 tahun sebelumnya terjadi wabah BSE yang menimpa ribuan sapi. Keprihatinan yang timbul disebabkan kemungkinan penularan CJD karena mengkonsumsi daging sapi yang terkena infeksi prion menyebabkan dilakukannya penelitian epidemiologi secara besar-besaran . Hasil penelitian sampai saat ini menyatakan bahwa varian baru CJD mungkin memang ada. Penyakit itu yang dikenal cebagai vCJD , dilaporkan muncul di Inggris dan beberapa negara Eropa. Akan tetapi sebenarnya CJD dan vCJD adalah dua hal yang berbeda, karena tidak seperti CJD yang menyerang orang-orang usia lanjut (60 ? 80 tahun, dan lebih dari 99% menyerang umur lebih dari 35 tahun) , vCJD menyerang anak muda (20-30 tahun), di samping itu hasil pemeriksaan elektroensefalografipun berbeda, dan perjalanan penyakit vCJD lebih panjang daripada CJD. Varian CJD berlangsung 12 ? 15 bulan sedangkan CJD hanya 3 ? 6 bulan. Dalam eksperimen pada otak tikus, ternyata otak sapi yang sakit dapat menularkan penyakit spongiform encephalopathy yang sama pada tikus. Meskipun demikian belum tentu BSE merupakan penyebab vCJD. Karena meskipun penyakit itu serupa namun banyak perbedaan yang jelas yang mendukung bahwa mungkin vCJD hanyalah suatu varian dari CJD yang ditemukan setelah dilakukan penelitian epidemiologi besar-besaran sehubungan dengan dugaan kemungkinan BSE sebagai penyebab CJD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian infeksi&lt;br /&gt;Prion dikenal menyebabkan penyakit pada binatang yaitu penyakit sapi gila, scrapie pada domba dan kambing, serta ensefalopati yang ditularkan pada minks, dan pada kijang Empat prion diketahui menyebabkan penyakit neurodegeneratif yang ditularkan.(transmissible neuro degenerative disease) pada manusia yaitu CJD , Gertsmann-Scheinker Syndrome, penyakit Kuru dan fatal familial insomnia. Seperti telah dibicarakan dimuka, pada tahun 1999 suatu varian baru CJD (vCJD) muncul dan dikaitkan keberadaannya dengan penyakit sapi gila. Meskipun demikian sampai sekarang belum ada bukti yang terdokumentasi bahwa infeksi prion pada manusia terjadi akibat penularan prion dari binatang. Sampai sekarang hanya manusia yang diyakini sebagai reservoir Creutzfeldt-Jakob Disease. Dalam catatan kepustakaan, penularan CJD dari manusia ke manusia dapat terjadi pada penggunaan alat yang tidak steril dari prion, misalnya pernah dilaporkan pada operasi transplantasi kornea mata, dan penggunaan elektroda perak pada stereotaktik elektroensefalografi . Di dalam penelitian di laboratorium, jaringan otak, cairan otak dan sumsum tulang belakang yang mengandung prion akan terus menularkan penyakit tersebut apabila diberikan kepada primata dan hewan lainnya.&lt;br /&gt;Penularan prion yang terkait CJD sampai sekarang masih sulit dikontrol melalui sterilisasi karena sifatnya yang tahan terhadap cara-cara sterilisasi biasa termasuk merebus dalam air sampai mendidih, memberikan radiasi ultraviolet, radiasi pengion, alkohol 70%, dan formalin 10%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-5865482185170695120?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/07/benarkah-penyakit-sapi-gila-menular.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SlSnkaFgxMI/AAAAAAAAAcM/wJIgvTetALg/s72-c/2004_0305_014454%2520%28Small%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-2087532136826896755</guid><pubDate>Wed, 17 Jun 2009 16:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-05T10:38:18.168-07:00</atom:updated><title>Istirahatkan Ternak Sebelum Dipotong</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkXGlJctrI/AAAAAAAAAb8/6r6jYSOmG10/s1600-h/IMG_0036.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 192px; height: 143px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkXGlJctrI/AAAAAAAAAb8/6r6jYSOmG10/s320/IMG_0036.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348331434297570994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Istirahatkan Ternak Sebelum Dipotong Meningkatkan Kualitas Dagingnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ternak potong pasti mengalami stres ketika dibawa dari peternakan ke rumah potong. Secara kimia ternak yang stres berada dalam kondisi otot yang kekurangan glikogen. Jika ternak stres dipotong akibatnya terjadi proses glikolisis pasca mati terbatas dan lamban. Daging ternak stres ini memiliki pH tinggi dan warna daging gelap atau kondisi DFD (dark firm dry).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sri Hartati Candra Dewi, peneliti dari IPB, menganjurkan ternak potong diistirahatkan dan diberikan tambahan gula dahulu sebelum dipotong agar kualitas daging meningkat.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkXeCmLW-I/AAAAAAAAAcE/3OAX1UYfq80/s1600-h/dsc00184.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 228px; height: 182px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkXeCmLW-I/AAAAAAAAAcE/3OAX1UYfq80/s320/dsc00184.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348331837339687906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian untuk disertasi Candra Dewi berjudul “Pengaruh Pemberian Gula, Insulin dan Lama Istirahat Sebelum Pemotongan pada Domba Setelah Pengangkutan Terhadap Kualitas Daging” menunjukkan untuk memulihkan cadangan glikogen otot, ternak potong bisa diistirahatkan dan diberi larutan gula.&lt;br /&gt;Pemberian gula, insulin, dan lama istirahat sebelum dipotong dapat mengurangi pengaruh stres yang muncul selama pengangkutan pada kualitas daging. Pemberian gula 6 gram per kilogram berat badan dapat meningkatkan glikogen dan asam laktat daging, menurunkan pH daging di atas titik isoelektrik. Perlakuan sebelum dipotong ini menurut Dewi bisa mencegah terjadinya daging DFD.&lt;br /&gt;Daging yang mengalami DFD sangat merugikan karena penampakan fisiknya akan menurunkan harga jual sampai 25-30% dari harga daging normal. Kondisi DFD yaitu pH daging tinggi dan warna daging gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-2087532136826896755?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/istirahatkan-ternak-sebelum-dipotong.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkXGlJctrI/AAAAAAAAAb8/6r6jYSOmG10/s72-c/IMG_0036.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-6406372375033519904</guid><pubDate>Wed, 17 Jun 2009 16:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-05T10:38:33.877-07:00</atom:updated><title>Problematika Kawin Berulang Pada Sapi</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkUvwP5s8I/AAAAAAAAAbs/8X4O7qxIUBQ/s1600-h/BIB_tampung%2520semen%2520sp%2520001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 242px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkUvwP5s8I/AAAAAAAAAbs/8X4O7qxIUBQ/s320/BIB_tampung%2520semen%2520sp%2520001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348328843117179842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Usaha peternakan di Indonesia sampai saat ini masih menghadapi banyak kendala, yang mengakibatkan produktivitas ternak masih rendah. &lt;/span&gt;Salah satu kendala tersebut adalah masih banyak kasus gangguan reproduksi menuju kepada adanya kemajiran ternak betina. Hal ini ditandai dengan rendahnya angka kelahiran pada ternak tersebut (Hardjopranjoto, 1995).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Angka kelahiran dan pertambahan populasi ternak adalah masalah reproduksi atau perkembangbiakan ternak. Penurunan angka kelahiran dan penurunan populasi ternak terutama dipengaruhi oleh efisiensi reproduksi atau kesuburan yang rendah dan kematian prenatal (Toelihere, 1981).&lt;br /&gt;Lama satu siklus birahi merupakan proporsi lama kebuntingan yang penting dan bila satu siklus hilang karena ketidakberhasilan pembuahan ini merupakan kerugian ekonomi pada sistem produksi yang intensif dan hilangnya siklus kedua karena kegagalan dalam mendeteksi dan menginseminasi kembali hewan yang tidak bunting juga dapat merugikan dalam segi ekonomi         (Hunter, 1981).&lt;br /&gt;Secara ideal hanya sapi-sapi betina dan pejantan yang normal, sehat dan sangat fertil yang harus dikawinkan, akan tetapi sapi betina maupun sapi jantan mempunyai kesuburan yang berbeda-beda. Apabila sapi betina kurang subur maka kesuburan pejantan menjadi sangat penting (Toelihere, 1981).&lt;br /&gt;Kawin Berulang (Repeat Breeding)&lt;br /&gt;      Sebagaimana umumnya pada mamalia, aktivitas reproduki pada ternak besar mulai beberapa saat sebelum pertumbuhan selesai dan terjadi lebih dini pada hewan yang baik kondisi nutrisinya. Sapi dara menunjukkan perilaku birahi pada umur 8-18 bulan (lebih umum 9-13 bulan) dan lama siklus birahi 20-21 hari (Hunter, 1981).&lt;br /&gt;      Sapi kawin berulang (repeat breeding) adalah sapi betina yang mempunyai siklus dan periode birahi yang normal yang sudah dikawinkan 2 kali atau lebih dengan pejantan fertil atau diinseminasi dengan semen pejantan fertil tetapi tetap belum bunting (Toelihere, 1981).&lt;br /&gt;      Kawin berulang bisa menjadi faktor utama ketidaksuburan. Kawin berulang dapat terjadi apabila sapi betina yang belum bunting setelah tiga kali atau lebih kawin. Dalam kelompok hewan fertil yang normal, dimana kecepatan pembuahan biasanya 50-55%, kira-kira 9-12% sapi betina menjadi sapi yang kawin berulang (Brunner, 1984).&lt;br /&gt;      Menurut Zemjanis (1980) secara umum kawin berulang disebabkan oleh 2 faktor utama yaitu :&lt;br /&gt;1. Kegagalan pembuahan/fertilisasi&lt;br /&gt;2. Kematian embrio dini&lt;br /&gt;Pada kelompok lain, bangsa ternak yang bereproduksi normal, kegagalan pembuahan dan kematian embrio dini dapat mencapai 30-40%. Kematian embrio dini pada induk yang normal terjadi karena pada dasarnya embrio sampai umur 40 hari, kondisinya labil, mudah terpengaruh oleh lingkungan yang tidak baik atau kekurangan pakan (Hardjopranjoto, 1995).    &lt;br /&gt;I. Kegagalan Pembuahan/fertilisasi&lt;br /&gt;Faktor kegagalan pembuahan merupakan faktor utama penyebab kawin berulang sapi, termasuk dalam faktor ini adalah :&lt;br /&gt;1. Kelainan Anatomi Saluran Reproduksi&lt;br /&gt;Menurut Hardjopranjoto (1995), kelainan anatomi dapat bersifat genetik dan non genetik. Kelainan anatomi saluran reproduksi ini ada yang mudah diketahui secara klinis dan ada yang sulit diketahui, yaitu seperti :&lt;br /&gt;Tersumbatnya tuba falopii&lt;br /&gt;Adanya adhesi antara ovarium dengan bursa ovarium&lt;br /&gt;Lingkungan dalam uterus yang kurang baik&lt;br /&gt;Fungsi yang menurun dari saluran reproduksi.&lt;br /&gt;Meskipun kegagalan pembuahan terjadi pada hewan betina namun faktor penyebab juga terjadi pada hewan jantan atau dapat disebabkan karena faktor manajemen yang kurang baik (Zemjanis, 1980).&lt;br /&gt;2. Kelainan Ovulasi&lt;br /&gt;Kelainan ovulasi dapat menyebabkan kegagalan pembuahan sehingga akan menghasilkan sel telur yang belum cukup dewasa sehingga tidak mampu dibuahi oleh sperma dan menghasilkan embrio yang tidak sempurna          (Hardjopranjoto, 1995). Kelainan ovulasi dapat disebabkan oleh :&lt;br /&gt;Kegagalan ovulasi karena adanya gangguan hormon dimana karena kekurangan atau kegagalan pelepasan LH (Toelihere, 1981). Kegagalan ovulasi dapat disebabkan oleh endokrin yang tidak berfungsi sehingga mengakibatkan perkembangan kista folikuler (Zemjanis, 1980).&lt;br /&gt;Ovulasi yang tertunda (delayed ovulation). Normalnya ovulasi terjadi       12 jam setelah estrus. Ovulasi tidak sempurna biasanya berhubungan dengan musim dan nutrisi yang jelek (Arthur, 1975).&lt;br /&gt;Ovulasi ganda adalah ovulasi dengan dua atau lebih sel telur. Pada hewan monopara seperti sapi, kerbau, kasusnya mencapai 13,19% . (Hardjopranjoto, 1995).&lt;br /&gt;3. Sel Telur Yang Abnormal&lt;br /&gt;Beberapa tipe morfologi dan abnormalitas fungsi telah teramati dalam sel telur yang tidak subur seperti; sel telur raksasa, sel telur berbentuk lonjong (oval), sel telur berbentuk seperti kacang dan zona pellucida yang ruptur (Hafez, 1993). Kesuburan yang menurun pada induk-induk sapi tua mungkin berhubungan dengan kelainan ovum, ovum yang sudah lama  diovulasikan menyebabkan kegagalan fertilisasi (Toelihere, 1981).&lt;br /&gt;4. Sperma Yang Abnormal&lt;br /&gt;Sperma yang mempunyai bentuk abnormal menyebabkan kehilangan kemampuan untuk membuahi sel telur di dalam tuba falopii. Kasus kegagalan proses pembuahan karena sperma yang bentuknya abnormal mencapai 24-39% pada sapi induk yang menderita kawin berulang dan 12-13% pada sapi dara yang menderita kawin berulang (Hardjopranjoto, 1995).&lt;br /&gt;5. Kesalahan Pengelolaan Reproduksi&lt;br /&gt;      Kesalahan pengelolaan reproduksi dapat berupa :&lt;br /&gt;1. Kurang telitinya dalam deteksi birahi sehingga terjadi kesalahan waktu untuk diadakan inseminasi buatan (Toelihere, 1981). Deteksi birahi yang tidak tepat menjadi penyebab utama kawin berulang, karena itu program deteksi birahi harus selalu dievaluasi secara menyeluruh. Saat deteksi birahi salah, birahi yang terjadi akan kecil kemungkinan terobservasi dan lebih banyak sapi betina diinseminasi berdasarkan tanda bukan birahi, hal ini menyebabkan timing inseminasi tidak akurat sehingga akan engalami kegagalan pembuahan (Brunner, 1984).&lt;br /&gt;2. Penyebab kawin berulang meliputi kualitas sperma yang tidak baik dan teknik inseminasi yang tidak tepat (Brunner, 1984).&lt;br /&gt;3. Sapi betina yang mengalami metritis, endometritis, cervitis dan vaginitis dapat menjadi penyebab kawin berulang pada sapi (Brunner, 1984).&lt;br /&gt;4. Manajemen pakan dan sanitasi kandang yang tidak baik (Toelihere, 1981).&lt;br /&gt;5. Kesalahan dalam memperlakukan sperma, khususnya perlakuan pada semen beku yang kurang benar, pengenceran yang kurang tepat, proses pembekuan sperma, penyimpanan dan thawing yang kurang baik (Toelihere, 1981).&lt;br /&gt;6. Faktor manajemen lain seperti pemelihara atau pemilik ternak hendaknya ahli dalam bidang kesehatan reproduksi (Toelihere, 1981).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II. Kematian Embrio Dini&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       Kematian embrio menunjukkan kematian dari ovum dan embrio yang fertil sampai akhir dari implantasi (Hafez, 1993). Faktor yang mendorong kematian embrio dini adalah :&lt;br /&gt;1. Faktor Genetik&lt;br /&gt;Kematian embrio dini pada sapi betina sering terjadi karena perkawinan inbreeding atau perkawinan sebapak atau seibu, sehingga sifat jelek yang dimiliki induk jantan maupun betina akan lebih sering muncul pada turunannya (Hardjopranjoto, 1995).&lt;br /&gt;1. Faktor Laktasi&lt;br /&gt;Terjadinya kematian embrio dini dapat dihubungkan dengan kurang efektifnya mekanisme pertahanan dari uterus, stres selama laktasi dan regenerasi endometrium yang belum sempurna (Hafez, 1993).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Faktor Infeksi&lt;br /&gt;Apabila terjadi kebuntingan pada induk yang menderita penyakit kelamin dapat diikuti dengan kematian embrio dini atau abortus yang menyebabkan infertilitas (Hardjopranjoto, 1995).&lt;br /&gt;1. Faktor Kekebalan&lt;br /&gt;Jika mekanisme imunosupresi tidak berjalan dengan baik, maka antibodi yang terbentuk akan mengganggu perkembangan embrio di dalam uterus (Hafez, 1993).&lt;br /&gt;1. Faktor Lingkungan&lt;br /&gt;Kematian embrio dini meningkat pada hewan induk dimana suhu tubuhnya meningkat (Hafez, 1993).&lt;br /&gt;1. Faktor Ketidakseimbangan Hormon&lt;br /&gt;Ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dapat menyebabkan terjadinya kematian embrio dini (Hafez, 1993).&lt;br /&gt;1. Faktor Pakan&lt;br /&gt;Kekurangan pakan mempunyai pengaruh terhadap proses ovulasi, pembuahan dan perkembangan embrio dalam uterus (Toelihere, 1981).&lt;br /&gt;1. Umur Induk&lt;br /&gt;Kematian embrio dini banyak terjadi pada hewan yang telah berumur tua, hal ini dapat disebabkan pada hewan tua sudah mengalami banyak kemunduran dalam fungsi endokrinnya (Hardjopranjoto, 1995).&lt;br /&gt;1. Jumlah Embrio atau Fetus Dalam Uterus&lt;br /&gt;Karena placenta berkembang dimana berisi beberapa embrio didalam ruang uterus maka suplai darah vaskuler akan menurun sehingga dapat menyebabkan kematian embrio  (Hafez, 1993).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diagnosa&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa pada hewan betina yang menderita kawin berulang dapat dilakukan dengan cara : pemeriksaan klinis pada alat kelamin betina (pemeriksaan eksplorasi rektal, dengan alat endoskop, palpasi servik dan vagina), pemeriksaan pada biopsi cairan uterus dan vagina, pemeriksaan hormon, pemeriksaan sitologi dan laparotomi (Hardjopranjoto, 1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terapi&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terapi pada sapi yang menderita kawin berulang bertujuan untuk meningkatkan angka kebuntingan. Induk yang menderita penyakit karena adanya kuman pada saluran alat kelamin maka dilakukan pengobatan dengan memberikan larutan antibiotika yang sesuai dan diistirahatkan sampai sembuh, baru dilakukan perkawinan dengan inseminasi buatan. Bila karena indikasi ketidakseimbangan hormon reproduksi dapat ditingkatkan dengan pemberian GnRH dengan dosis 100-250 mikrogram pada saat inseminasi (Hardjopranjoto, 1995). Bila ovulasi tertunda dapat diterapi dengan LH (500 U) (Arthur, 1975). Peningkatan kualitas pakan dan manajemen peternakan, serta pengelolaan reproduksi yang baik (Toelihere, 1981).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-6406372375033519904?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/problematika-kawin-berulang-pada-sapi.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkUvwP5s8I/AAAAAAAAAbs/8X4O7qxIUBQ/s72-c/BIB_tampung%2520semen%2520sp%2520001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-2128391936270325890</guid><pubDate>Wed, 17 Jun 2009 16:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-05T10:38:49.910-07:00</atom:updated><title>Laserpunktur: Biostimulasi Produktivitas Ternak</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkTiofOjjI/AAAAAAAAAbk/ZCKsR8fCSIg/s1600-h/laser+punktur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 227px; height: 143px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkTiofOjjI/AAAAAAAAAbk/ZCKsR8fCSIg/s320/laser+punktur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348327518184050226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teknologi tembak laser pada titik-titik punktur terbukti mampu meningkatkan pertambahan berat badan dan memicu gertak birahi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan produktivitas ternak sampai saat ini masih jadi masalah besar dalam usaha peternakan. Beragam cara pun ditempuh agar produktivitas ternak maksimal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diantaranya melalui perbaikan manajemen dan kualitas pakan atau dengan memanfaatkan teknologi. Satu cara yang cukup cerdik dengan mengadaptasi teknologi penembakan laser atau disebut laserpunktur.&lt;br /&gt;Teknik tembak laser menurut R Tatang S Adikara, Dosen Kepala PJMK Akupunktur Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan – Universitas Airlangga (Unair) memang dapat dimanfaatkan untuk proses manipulasi biologis pada ternak. “Misalnya untuk meningkatkan pertambahan bobot dan kemampuan reproduksi dengan cara pelaseran pada titik-titik rangsang atau reseptor yang tersebar pada permukaan tubuh,” jelasnya kepada TROBOS beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;Dijelaskan, secara ilmiah reseptor terbukti mempunyai hubungan dengan organ di dalam tubuh. Bila reseptor diberi rangsangan (stimulasi), maka efeknya akan dilanjutkan ke dalam tubuh hingga mencapai organ target. Untuk pertumbuhan ternak,  organ targetnya adalah paru-paru, jantung dan alat-alat percernaan. Sedangkan organ target terkait reproduksi adalah organ reproduksi, yakni ovarium, uterus, dan saluran telur (oviduk).&lt;br /&gt;Stimulasi penembakan pada titik-titik reseptor tubuh bertujuan memberikan rangsangan pada organ target agar bekerja lebih optimal dan efisien. “Stimulasi dapat disesuaikan dengan tujuannya,” imbuh Adikara.&lt;br /&gt;Dia mencontokan, untuk peningkatan pertumbuhan, rangsangan bisa dilakukan pada 3 titik punktur. Pertama, paru-paru dengan tujuan meningkatkan kapasitas oksigen dalam sel tubuh sehingga respirasi seluler dan metabolisme menjadi lebih optimal. Titik kedua jantung, berhubungan dengan peningkatan kapasitas aliran darah dan peredaran makanan dalam sel. Ketiga, rangsangan pada titik pencernaan untuk meningkatan kinerja lambung dalam mencerna dan mengabsorbsi pakan. Ini terbukti dengan tidak ditemukannya bentukan jerami atau pakan dalam kotoran serta berkurangnya abu kotoran pada hewan perlakuan.&lt;br /&gt;Laserpunktur yang merupakan hasil riset dari Pusat Penelitian Bioenergi Unair sebenarnya sudah lama dikembangkan di Jawa Timur. Sejak diresmikan pada 1993 oleh Menristek Habibie, lembaga tersebut memfokuskan riset ilmiah pada titik akupunktur sebagai reseptor biologi. Yang salah satu fungsinya untuk meningkatkan produktivitas ternak. Teknologi ini kemudian dikembangkan dengan metode penembakan laser. Uji coba tembak laser pertama dilakukan pada sapi potong di desa Kapadangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memacu Pertumbuhan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Guna menaikkan pertambahan bobot badan harian sapi, laser ditembakkan pada titik- titik pertumbuhan kiri dan kanan. Tiap titik reseptor menerima pelaseran selama 10 detik. Penembakan laser dilakukan selama 3 bulan masa penggemukan dengan interval 7 hari.&lt;br /&gt;Sementara untuk mendapatkan peningkatkan berat badan optimal, laserpunktur dilakukan secara teratur dan diikuti pemberian pakan yang baik. Lebih bagus lagi jika dipadukan dengan pemberian probiotik. Sapi-sapi yang digemukkan dengan laserpunktur juga harus diperiksa kesehatannya. Jika sakit harus diobati dulu sampai  sembuh. Bila diperlukan diterapi obat cacing. Serta sebaiknya sapi yang tidak cacat dan telah dewasa alias telah tanggal giginya.&lt;br /&gt;Uji lapang laserpunktur menurut Adikara terbukti mampu menaikkan bobot badan sapi hingga mencapai 1,1-1,8kg/hari tergantung jenis sapinya. Sapi lokal jenis peranakan ongole diperoleh pertambahan berat badan (PBB) 1,0 kg/hari. Peranakan sapi bali PBBnya mencapai 1,2 kg/hari. Peranakan sapi madura bisa mencapai 1,4 kg/hari. Sedangkan pada sapi-sapi unggul hasil kawin suntik (IB) sepeti Limousine, Simmental, Brahman dan Angus, kenaikan berat badan mencapai 1,5-1,8 kg/hari.&lt;br /&gt;Dalam satu periode penggemukan sapi selama 3 bulan untuk peranakan sapi lokal sedikitnya diperoleh PBB 100 kg. Sementara untuk sapi unggul hasil IB bisa mencapai 150-180 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-2128391936270325890?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/laserpunktur-biostimulasi-produktivitas.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkTiofOjjI/AAAAAAAAAbk/ZCKsR8fCSIg/s72-c/laser+punktur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-5083335215951751785</guid><pubDate>Wed, 17 Jun 2009 15:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-05T10:39:07.070-07:00</atom:updated><title>VARIETAS KAMBING DOMBA</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkRNNLiv2I/AAAAAAAAAbU/KJl93HJgHX0/s1600-h/kambing-jamnapari-ettawa-2-full.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 220px; height: 176px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkRNNLiv2I/AAAAAAAAAbU/KJl93HJgHX0/s320/kambing-jamnapari-ettawa-2-full.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348324951053221730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkQ_uK4o9I/AAAAAAAAAbM/7BNinM_5pRU/s1600-h/beebiri+or+biri+biri.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 234px; height: 175px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkQ_uK4o9I/AAAAAAAAAbM/7BNinM_5pRU/s320/beebiri+or+biri+biri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348324719390663634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkQ2FWCGcI/AAAAAAAAAbE/2KIJ51LRClE/s1600-h/BOER2EERRFY.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 235px; height: 204px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkQ2FWCGcI/AAAAAAAAAbE/2KIJ51LRClE/s320/BOER2EERRFY.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348324553812744642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkQjLRazNI/AAAAAAAAAa8/INIKW4-fiXs/s1600-h/AKs-best.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 218px; height: 204px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkQjLRazNI/AAAAAAAAAa8/INIKW4-fiXs/s320/AKs-best.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348324228986490066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkQVKcOTcI/AAAAAAAAAa0/x2d_fPuZ-xo/s1600-h/2401200821355.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 218px; height: 163px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkQVKcOTcI/AAAAAAAAAa0/x2d_fPuZ-xo/s320/2401200821355.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348323988245204418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkQESA2IvI/AAAAAAAAAak/bFVz2OVIte8/s1600-h/7%5B1%5D..jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 235px; height: 163px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkQESA2IvI/AAAAAAAAAak/bFVz2OVIte8/s320/7%5B1%5D..jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348323698220081906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkP10CBP_I/AAAAAAAAAac/f9VodMRRb8Q/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 227px; height: 168px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkP10CBP_I/AAAAAAAAAac/f9VodMRRb8Q/s320/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348323449653772274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkPu7hzRnI/AAAAAAAAAaU/umJaXudP2Fw/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 227px; height: 170px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkPu7hzRnI/AAAAAAAAAaU/umJaXudP2Fw/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348323331407038066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkPmTaSVbI/AAAAAAAAAaM/3uUGg0IPog4/s1600-h/2%5B1%5D.Timbang+Yo+Timbang.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 240px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkPmTaSVbI/AAAAAAAAAaM/3uUGg0IPog4/s320/2%5B1%5D.Timbang+Yo+Timbang.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348323183199147442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkPf_8z74I/AAAAAAAAAaE/-qUZWBVwztc/s1600-h/2%5B1%5D.Southdown.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 213px; height: 183px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkPf_8z74I/AAAAAAAAAaE/-qUZWBVwztc/s320/2%5B1%5D.Southdown.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348323074896031618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkPTDh8udI/AAAAAAAAAZ0/M0HGcADDoJQ/s1600-h/2%5B1%5D.Komposit+Villa+Domba.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 259px; height: 201px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkPTDh8udI/AAAAAAAAAZ0/M0HGcADDoJQ/s320/2%5B1%5D.Komposit+Villa+Domba.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348322852518803922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkPMzqrkzI/AAAAAAAAAZs/uI7nFxd7HaU/s1600-h/1%5B1%5D.St.Croix.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 193px; height: 201px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkPMzqrkzI/AAAAAAAAAZs/uI7nFxd7HaU/s320/1%5B1%5D.St.Croix.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348322745181246258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkPHP1C0DI/AAAAAAAAAZk/HxOgRkunxNA/s1600-h/1%5B1%5D.Merino.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 247px; height: 184px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkPHP1C0DI/AAAAAAAAAZk/HxOgRkunxNA/s320/1%5B1%5D.Merino.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348322649661689906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkO65TXdNI/AAAAAAAAAZU/qLQMSIPTL74/s1600-h/1%5B1%5D.Fulani+Sheep.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 204px; height: 184px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkO65TXdNI/AAAAAAAAAZU/qLQMSIPTL74/s320/1%5B1%5D.Fulani+Sheep.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348322437456426194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkO07WVSqI/AAAAAAAAAZM/SxZopmjilMo/s1600-h/_ICT0139.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 258px; height: 172px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkO07WVSqI/AAAAAAAAAZM/SxZopmjilMo/s320/_ICT0139.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348322334926523042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkOmUg5UTI/AAAAAAAAAZE/ddZGeLdQAO0/s1600-h/1%5B1%5D.Barbados.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 192px; height: 171px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkOmUg5UTI/AAAAAAAAAZE/ddZGeLdQAO0/s320/1%5B1%5D.Barbados.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348322083983675698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-5083335215951751785?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/varietas-kambing-domba.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkRNNLiv2I/AAAAAAAAAbU/KJl93HJgHX0/s72-c/kambing-jamnapari-ettawa-2-full.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-985849691677107755</guid><pubDate>Wed, 17 Jun 2009 14:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-05T10:39:25.952-07:00</atom:updated><title>VARIETAS SAPI</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkNEGTYZpI/AAAAAAAAAYs/k66QzKLSJ6E/s1600-h/picture-152.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 221px; height: 166px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkNEGTYZpI/AAAAAAAAAYs/k66QzKLSJ6E/s320/picture-152.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348320396541716114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkM05rBRiI/AAAAAAAAAYk/s3Kr4v0il5c/s1600-h/Braford%2520Bull.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 217px; height: 166px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkM05rBRiI/AAAAAAAAAYk/s3Kr4v0il5c/s320/Braford%2520Bull.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348320135453165090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkMpHR0_yI/AAAAAAAAAYU/jySJzkV7z4A/s1600-h/Angus%2520Bull.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 220px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkMpHR0_yI/AAAAAAAAAYU/jySJzkV7z4A/s320/Angus%2520Bull.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348319932947169058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkMjfgjW1I/AAAAAAAAAYM/uz0JzQSWKNU/s1600-h/Belgian%2520Blue%2520Bull.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 218px; height: 132px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkMjfgjW1I/AAAAAAAAAYM/uz0JzQSWKNU/s320/Belgian%2520Blue%2520Bull.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348319836372163410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkMbjR4TLI/AAAAAAAAAYE/uVr8OqTwa8A/s1600-h/beltiebull.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 232px; height: 146px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkMbjR4TLI/AAAAAAAAAYE/uVr8OqTwa8A/s320/beltiebull.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348319699945409714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkMPdLXZdI/AAAAAAAAAX0/yZwr9WEDfMs/s1600-h/Beefmaster%2520Bull.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 207px; height: 148px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkMPdLXZdI/AAAAAAAAAX0/yZwr9WEDfMs/s320/Beefmaster%2520Bull.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348319492149044690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkL9PBjjOI/AAAAAAAAAXc/QReEyXtsccs/s1600-h/Beef+Shorthorn+Bull.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 228px; height: 145px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkL9PBjjOI/AAAAAAAAAXc/QReEyXtsccs/s320/Beef+Shorthorn+Bull.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348319179112156386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkL3GaHJDI/AAAAAAAAAXU/qOMKx3DY1ag/s1600-h/bazadaisemale+bull.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 212px; height: 143px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkL3GaHJDI/AAAAAAAAAXU/qOMKx3DY1ag/s320/bazadaisemale+bull.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348319073720017970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkLwy0NRqI/AAAAAAAAAXM/GXNNYDA7-8M/s1600-h/bazadaisefemalecalf+bull.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 221px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkLwy0NRqI/AAAAAAAAAXM/GXNNYDA7-8M/s320/bazadaisefemalecalf+bull.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348318965381547682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkLmPU4TeI/AAAAAAAAAW8/RzQnrLxcxdE/s1600-h/barzonabull.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 219px; height: 132px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkLmPU4TeI/AAAAAAAAAW8/RzQnrLxcxdE/s320/barzonabull.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348318784056217058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkLf3jgqLI/AAAAAAAAAW0/i8dV_Th_-DQ/s1600-h/aubrac+bull.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 238px; height: 156px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkLf3jgqLI/AAAAAAAAAW0/i8dV_Th_-DQ/s320/aubrac+bull.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348318674595915954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkF0CzAlZI/AAAAAAAAAWE/yT8vk3TysGA/s1600-h/limousin+bull.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 202px; height: 157px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkF0CzAlZI/AAAAAAAAAWE/yT8vk3TysGA/s320/limousin+bull.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348312424141329810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkFkJbIf8I/AAAAAAAAAV0/yf6jJvWil3c/s1600-h/Santa-Gertrudis.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 229px; height: 159px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkFkJbIf8I/AAAAAAAAAV0/yf6jJvWil3c/s320/Santa-Gertrudis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348312151042326466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkFcOXrc3I/AAAAAAAAAVs/NSrDRFszTAk/s1600-h/sapi+limpo.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 211px; height: 157px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkFcOXrc3I/AAAAAAAAAVs/NSrDRFszTAk/s320/sapi+limpo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348312014931063666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkFQJgsg_I/AAAAAAAAAVk/-IFwYhjNLvo/s1600-h/simental+4.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 204px; height: 147px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkFQJgsg_I/AAAAAAAAAVk/-IFwYhjNLvo/s320/simental+4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348311807468274674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkFGxvVqAI/AAAAAAAAAVc/N1YoZpp44KU/s1600-h/Simmental%2520bull.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 236px; height: 149px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkFGxvVqAI/AAAAAAAAAVc/N1YoZpp44KU/s320/Simmental%2520bull.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348311646468417538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-985849691677107755?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/varietas-sapi.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjkNEGTYZpI/AAAAAAAAAYs/k66QzKLSJ6E/s72-c/picture-152.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-1672312731290653061</guid><pubDate>Mon, 15 Jun 2009 15:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-05T10:39:41.357-07:00</atom:updated><title>Kendala Membangun Peternakan Sapi Potong</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjZtkUcKKtI/AAAAAAAAAUc/kQ4VRBQUq4M/s1600-h/BunkFedGLCC.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 306px; height: 230px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjZtkUcKKtI/AAAAAAAAAUc/kQ4VRBQUq4M/s320/BunkFedGLCC.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347582078278576850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di dalam Program Kecukupan Daging 2010 yang dirancang Direktorat Jenderal Peternakan, peran produksi daging sapi dalam negeri harus memberikan kontribusi sebesar 90-95 persen. Saat ini diperkirakan kemampuan produksi daging dalam negeri baru mampu memberikan kontribusi sekitar 70-75 persen terhadap kebutuhan nasional. Dalam perjalanannya, nasib program ini sepertinya akan sama dengan Program Swasembada Daging on Trend (2000-2005).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda ke arah hal tersebut mulai tampak manakala program ini disosialisasikan. Secara hitung-hitungan di atas kertas, program ini sangat mungkin dilaksanakan.&lt;br /&gt;Misalnya, untuk memenuhi target tersebut, skenario pemenuhan jumlah kebutuhan daging dengan berbagai asumsinya tampak pada Tabel 1. Menurut Ditjen Peternakan, jika dihitung secara keseluruhan, kebutuhan investasi tidak kurang dari Rp 20 triliun, dengan bagi peran, yaitu pemerintah 5-10 persen, masyarakat 60-70 persen, dan perusahaan swasta sisanya, sekitar Rp 5-7 triliun.&lt;br /&gt;Melihat angka- angka tersebut, apakah Departemen Keuangan, perbankan, dan lembaga keuangan lainnya telah siap untuk mendukung? Dan dengan waktu yang hanya tinggal 3,5 tahun, rasanya program tersebut hampir bisa dikatakan tidak akan mungkin tercapai. Pasalnya, berbagai kendala lapangan yang justru diciptakan pemerintah sendiri menyebabkan program ini akan sulit direalisasi, seperti dijelaskan sebagai berikut: Impor bibit Kebutuhan akan bibit sebanyak 1 juta ekor yang harus disediakan dari impor hampir mustahil dapat dilaksanakan pada tahun ini dan tahun depan.&lt;br /&gt;Sebab, jumlah tersebut sangat sulit didapatkan di Australia. Sebagaimana diketahui bahwa Australia setiap tahun hanya mampu mengekspor ternaknya sekitar 1 juta ekor sapi bakalan. Jumlah tersebut tidak hanya di pasarkan ke Indonesia, tetapi juga ke seluruh dunia. Kalaupun ada, importir mana yang telah siap dan mau untuk melaksanakannya dengan dana yang cukup?&lt;br /&gt;Dan, dengan sistem seperti apa yang harus mereka lakukan? Seperti diketahui pula bahwa bisnis pembibitan memerlukan suku bunga di bawah 5 persen. Selama ini kontribusi peternakan rakyat mampu menopang kegiatan tersebut tanpa sentuhan modal pemerintah dan perhitungan ekonomi (traditional farming system). Jika dilakukan secara komersial, tentunya menuntut perhitungan ekonomi dan insentif bagi para pengusaha swasta.&lt;br /&gt;Selama ini program introduksi permodalan bagi usaha pembibitan melalui perbankan boleh jadi belum mampu memberikan suku bunga maksimal 5 persen. Kebijakan zona Indonesia sampai hari ini masih mengacu kepada kebijakan free region, bukan free zone. Artinya, Indonesia hanya membolehkan masuknya hewan atau bahan asal hewan dari negara-negara yang bebas terhadap penyakit yang ada pada daftar A, Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE), seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), penyakit sapi gila (BSE), dan sebagainya.&lt;br /&gt;Kebijakan ini sebenarnya masih sangat relevan dalam upaya melindungi peternak di dalam negeri terhadap kemungkinan tertularnya berbagai penyakit tersebut dan telah memberikan iklim kondusif. Berbagai pertimbangan "maksimum sekuriti" atau zero risk terhadap kemungkinan tertularnya berbagai penyakit sebagai akibat dianutnya kebijakan free zone telah banyak dilontarkan oleh berbagai kalangan, baik para ahli, organisasi profesi, maupun kelompok masyarakat. Sebab, dampak yang terjadi akan membuka peluang tertularnya penyakit mulut dan kuku maupun penyakit zoonosis lainnya.&lt;br /&gt;Dampak negatif tersebut tidak hanya terjadi pada subsektor peternakan, tetapi juga akan meluas ke sektor pertanian, bahkan industri pariwisata, seperti halnya pada kasus ekspor pucuk tebu dari beberapa negara di Asia ke Jepang beberapa waktu lalu. Menurut data USDA, dengan terjadinya outbreak BSE di USA saja, ekspor daging di negeri ini anjlok sampai 83 persen pada tahun 2004 sehingga mampu menggoncangkan bursa efek di New York. Adapun di Brasil (2004), outbreak PMK menyebabkan turunnya ekspor daging sampai 23 persen dengan kerugian sekitar 2,6 miliar dollar AS per tahun.&lt;br /&gt;Di Inggris pada tahun 2001, kerugian yang diderita sekitar 3,1 miliar poundsterling atau sekitar Rp 52,7 triliun, dengan sekitar 4,2 juta ekor ternak (sapi, kambing, domba, babi dan rusa, serta ternak lainnya) yang dimusnahkan. Sebenarnya, menurut OIE, beberapa negara yang bebas penyakit dan masih berpeluang untuk berdagang dengan Indonesia tampak pada tabel di bawah ini. Adapun negara yang bebas PMK dengan vaksinasi adalah China Taipei, Paraguay, and Uruguay.&lt;br /&gt;Adapun negara-negara yang bebas berdasarkan free zone adalah Argentina (Patagonia). Akan tetapi, pada tahun 2006 terjadi outbreak di Botswana, Colombia (Northwest region of Choco), Malaysia (Sabah and Sarawak), Namibia, Peru, Filipina (Mindanao, Visayas, Palawan and Masbate), dan Afrika Selatan. Berdasarkan data tersebut, jika saja pemerintah tetap membuka kebijakan free region, sepertinya program pengembangan ternak sapi potong akan dibuat tidak kondusif oleh pemerintah sendiri.&lt;br /&gt;Meningkatkan produksi pada dasarnya dapat dilakukan dengan introduksi teknologi, khususnya bagi peningkatan produksi daging sapi yang dilakukan oleh negara-negara pengimpor sapi dengan menggunakan growth promotor hormone. Hormon pemacu pertumbuhan ini telah digunakan di negera lain sehingga kenaikan berat badan sapi mampu mencapai 1,5 kg/ekor/hari. Adapun para peternak di negeri ini baru mampu mencapai 1 kg/ekor/hari karena mereka dilarang menggunakannya oleh pemerintah.&lt;br /&gt;Di satu sisi diharuskan meningkatkan produksi, di sisi lain pemerintah melarangnya. Adapun daging yang diimpor merupakan hasil penggunaan hormon diperbolehkan masuk. Kebijakan seperti ini yang cukup membingungkan. Kebijakan pemda Kendala lapangan lainnya menunjukkan pula beberapa kasus yang menjadi faktor signifikan dalam pengembangan peternakan sapi potong di tingkat kabupaten/kota. Terhapusnya Dinas Peternakan menjadi dinas di bawah dinas teknis lain, misalnya Dinas Pertanian atau lainnya, telah melemahkan semangat juang untuk meningkatkan kinerja SDM peternakan dalam membangun peternakan sapi potong.&lt;br /&gt;Belum lagi lemahnya kesadaran pimpinan daerah (bupati) terhadap pembangunan peternakan. Banyak kebijakan nasional yang diterapkan secara kaku tanpa melihat kondisi daerahnya. Misalnya, kasus pengembangan peternakan sapi potong/perah di Jabar. Ditutupnya investasi peternakan yang tengah berjalan telah menimbulkan keengganan pengusaha melakukan investasi di daerah itu-bukan diberikan kemudahan untuk melakukan investasi guna meningkatkan daya beli masyarakat dan produktivitas usaha. Analisis regoverning market dapat digunakan sebagai jalan keluar terbaik dalam rangka menyusun program kebijakan publik yang andal, yaitu suatu metode yang dapat dianut di mana kebijakan publik harus dibuat berdasarkan alur bottom up planning, dengan melibatkan para pelaku bisnis daging. Maka, tidak lagi ada kebijakan yang hanya menjadi retorika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-1672312731290653061?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/kendala-membangun-peternakan-sapi.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjZtkUcKKtI/AAAAAAAAAUc/kQ4VRBQUq4M/s72-c/BunkFedGLCC.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-7913296383356357479</guid><pubDate>Mon, 15 Jun 2009 15:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-15T08:46:53.819-07:00</atom:updated><title>Penampilan Ternak Sapi Bali</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjZsh6a3c9I/AAAAAAAAAUU/K6h94xJLfKg/s1600-h/Sapi+Bali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 267px; height: 197px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjZsh6a3c9I/AAAAAAAAAUU/K6h94xJLfKg/s320/Sapi+Bali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347580937422468050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Populasi Sapi Bali&lt;/span&gt; meliputi sekitar 85% dari seluruh populasi sapi yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melihat perkembangan populasinya yang cukup pesat, sapi Bali di NTTdiduga memiliki tingkat fertilitas yang tinggi (sekitar 70-80% angka kelahiran) seperti di daerah lainnya. Namun data mengenai penampilan produksi sapi Bali di NTT masih sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal tersebut, telah dilakukan suatu penelitian dengan tujuan untuk mempelajari penampilan produksi sapi Bali di Pulau Timor, khususnya di Kabupaten Kupang.&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pertumbuhan sapi Bali meningkat selama musim hujan (Desember-Mei) dan menurun pada musim kemarau (Juni-Oktober). Sapi betina dewasa mengalami penyusutan bobot badan paling besar sekitar 520 gr/ekor/hari pada musim kemarau, sedangkan sapi jantan dewasa sekitar 410 gr/ekor/hari. Kelahiran sapi Bali di NTT terkonsentrasi pada bulan Mei - Agustus, dengan persentase kelahiran sebesar 79%. Diduga angka kematian anak sapi Bali di P.Timor sekitar 20-50% per tahun, tergantung lamanya musim kemarau. Bobot lahir anak sapi Bali rendah sekitar 17,00 kg. Bobot badan sapi Bali di Lili Kupang pada umur 6 bulan sebesar 32 kg dan pada umur 12 bulan sebesar 76 kg. Terdapat kecenderungan menurunnya produksi susu induk setelah minggu ke-10 sekitar 530 gr/ekor/hari yang mendapat suplemen dan 440 gr/ekor/hari (tanpa suplemen). Struktur populasi ternak menunjukkan, sapi betina dewasa menduduki proporsi yang tinggi (sekitar 37%), sedangkan sapi jantan dewasa hanya 7%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan penelitian dapat diinformasikan, adalah: angka kelahiran sapi Bali di P.Timor sekitar 79%, angka kematian anak sapi sekitar 20-50% per tahun tergantung panjangnya musim kemarau. Bobot lahir, pertumbuhan anak sapi dan bobot sapi Bali dewasa rendah. Struktur poulasi ternak didominasi oleh sapi betina dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-7913296383356357479?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/penampilan-ternak-sapi-bali.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjZsh6a3c9I/AAAAAAAAAUU/K6h94xJLfKg/s72-c/Sapi+Bali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-7397164007020936318</guid><pubDate>Mon, 15 Jun 2009 15:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-15T08:40:20.608-07:00</atom:updated><title>Australia Tawarkan Teknologi Percepat Sapi Beranak</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjZqv-ITQHI/AAAAAAAAAUE/KQ4TPnIwPzU/s1600-h/Braford%2520Bull.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 230px; height: 177px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjZqv-ITQHI/AAAAAAAAAUE/KQ4TPnIwPzU/s320/Braford%2520Bull.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347578979913252978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;UTUSAN Dinas Perindustrian Primer Negara Bagian Victoria&lt;/span&gt;, Australia Dr. John Morand, menawarkan teknologi mempercepat bibit sapi beranak. Dalam kunjungan kerja sehari di Karangasem Kamis (2/3), ahli makanan ternak itu mengaku tertarik dengan potensi pengembangan sapi di bumi lahar itu. Menurut John, hasil penggemukan sapi, serta sapi perah di Desa Talibeng, Sidemen lebih baik dibandingkan di negaranya. Bagi John, ketersediaan pakan ternak sapi sepanjang tahun menjadi hal paling penting. Pakan sapi bisa memanfaatkan berbagai rumput dan tanaman lokal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Guna memenuhi kebutuhan pakan pada musim kemarau panjang, kata Kabag Humas dan Protokol Setda Karangasem Drs. Made Sosiawan, juga bisa dilakukan dengan teknologi pakan, seperti membuat hay, silasa atau menanam sediaan pakan ternak sapi dengan sistem tiga strata.&lt;br /&gt;John mengatakan bibit sapi betina bisa dipercepat waktu awal beranaknya. Selama ini sapi betina lokal Bali baru bisa beranak setelah umurnya sekitar tiga tahun. Namun, dengan teknologi pakan dan pemeliharaan yang baik dan inseminasi buatan, bisa dipercepat menjadi dua tahun. Dengan cara itu, diharapkan bisa lebih mempercepat populasi dan memperoleh sapi bibit.&lt;br /&gt;Selain itu, katanya, kandang ternak tak bisa dicampur dengan kambing atau pun babi. Soalnya, hewan yang dicampur atau kandangnya berdekatan akan saling mempengaruhi pertumbuhannya menjadi tak optimal. Soalnya, jenis ternak yang berbeda jika berdekatan atau bahkan dicampur dalam satu kandang, akan saling merasa tak nyaman. Mereka merasa stres karena khawatir pakannnya bakal habis direbut, sering bertengkar bahkan saling menularkan bibit penyakit.&lt;br /&gt;Sementara itu, Wabup Rai yang mendampingi John meninjau sejumlah lokasi peternakan sapi di Karangasem menyampaikan, peternakan sapi masih cukup berpotensi dikembangkan di Karangasem. Selama ini, Karangasem dikenal sebagai penghasil produk ternak sapi. Ternak itu menjadi salah satu andalan perekonomian lebih dari 60 % masyarakat petani di Karangasem. Ternak itu juga berfungsi sebagai tabungan petani. Saat mereka mendesak memerlukan uang dalam jumlah cukup besar, biasanya ternak sapi miliknya menjadi harapan untuk dijual. Mereka bisa mendapatkan uang Rp 2 juta sampai Rp 5 juta dengan cuma menjual seekor ternak sapinya.&lt;br /&gt;Kendala&lt;br /&gt;Diakui pemasaran ternak, termasuk kemungkinan permainan saudagar (calo) sapi bisa saja mempermainkan petani ternak. Selama ini baru ada dua pasar hewan di Karangasem yakni di pasar hewan Rubaya, Kubu dan Bebandem. Namun, kendala itu ditanggulangi pemerintah dengan membuka lagi sebuah pasar hewan di Desa Pempatan, Rendang Karangasem yang direncanakan mulai dibangun secara bertahap tahun ini.&lt;br /&gt;Pasar hewan di desa penghasil ternak sapi cukup penting di Karangasem itu diharapkan menjadi tempat transaksi antara pembeli dan peternak tak cuma di Karangasem tetapi juga di Bangli dan Klungkung. Pasar hewan itu nantinya juga diharapkan menjadi pemasok rumah potong hewan (RPH) sapi bertaraf internasional yang sudah dibangun Pemkab Gianyar di Desa Temesi. RPH itu juga diharapkan lebih cepat bisa dioperasikan.&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan, Kelautan dan Perikanan Karangasem Ir. Nengah Mantha Ekayuda menyampaikan populasi sapi di kabupaten ujung timur Bali itu terus meningkat. Tahun 2004 terdapat 144.027 ekor sapi, meningkat 1.000 ekor lebih pada 2005 menjadi 145.417 ekor. Produksi daging sapi tahun 2004 dilaporkan mencapai 2.851.456 ton.&lt;br /&gt;Belakangan kata Mantha, makin banyak tumbuh usaha penggemukan sapi. Sapi tak hanya menjadi tabungan andalan bagi perekonomian sebagian besar masyarakat, tetapi juga dimanfaatkan untuk mengolah lahan pertanian seperti membantu petani untuk membajak sawah dan ladang. ''Karena sulit mendapatkan air dan pakan, petani ternak sering mengobral ternasknya menjelang musim kemarau. Selain itu, karena ternak sapi kurus kering dan tak kuat dipakai menarik bajak menjelang musim tanam pada awal turun hujan, dua orang manusia sering disuruh menarik bajak menggantikan sapi,'' ujar anggota Dewan asal Kubu Nyoman Oka Antara.&lt;br /&gt;Anggota DPRD Karangasem asal Kubu lainnya, Gede Putu Bagiarpa mengatakan perlu diatasi kendala peternakan sapi di daerah kering seperti Kubu, sebagian desa di Kecamatan Abang dan Seraya. Soalnya, saat musim kemarau panjang peternak mengalami kendala sulitnya mendapatkan air untuk minum ternak. Selain itu, petani juga mesti terus didampingi guna bisa menerapkan teknologi tepat guna penyediaan pakan ternak. Jaminan keamanan hewan ternak dari pencurian atau perampokan juga sangat diperlukan. Selama ini, warga Kubu kerap waswas dengan keamanannya dari pencurian atau pun perampokan pelaku bertopeng ala ninja.&lt;br /&gt;Sementara, kotoran sapi dipakai pupuk kandang atau organik yang kian dilirik untuk pertanian ramah lingkungan.&lt;br /&gt;Selain mencanangkan pertanian ramah lingkungan Bupati Karangasem Wayan Geredeg juga berobsesi memanfaatkan kencing sapi dipakai biourine untuk penyubur tanaman. Proyek percontohan biourine sapi sudah dibuka pada sebuah kelompok tani sapi di Desa Buana Giri, Bebandem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-7397164007020936318?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/australia-tawarkan-teknologi-percepat.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjZqv-ITQHI/AAAAAAAAAUE/KQ4TPnIwPzU/s72-c/Braford%2520Bull.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-3943345258694623902</guid><pubDate>Mon, 15 Jun 2009 15:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-15T08:30:49.700-07:00</atom:updated><title>LAYANAN KAMI</title><description>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sapi Potong :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Perdagangan Sapi Potong&lt;br /&gt;- Perdagangan Bakalan Sapi&lt;br /&gt;- Perdagangan Induk Sapi dan Pejantan Sapi peliharaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kambing Potong :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Perdagangan Kambing Potong&lt;br /&gt;- Perdagangan Bakalan Kambing&lt;br /&gt;- Perdagangan Induk dan Pejantan Kambing peliharaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-3943345258694623902?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/layanan-kami.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-2217405947695038652</guid><pubDate>Mon, 15 Jun 2009 08:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-15T01:50:01.349-07:00</atom:updated><title>Gamal Sebagai Pakan Ternak Ruminansia</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjYKrYDhQxI/AAAAAAAAAT4/5QjhVLEB2nk/s1600-h/picture.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 202px; height: 171px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjYKrYDhQxI/AAAAAAAAAT4/5QjhVLEB2nk/s320/picture.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347473347856909074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Pemberian daun gamal (gliricidia) segar pada domba dapat meningkatkan pertambahan bobot badan, penampilan, reproduksi dan produksi. &lt;/span&gt;Tanaman ini merupakan salah satu tanaman leguminosa pohon tropis yang multi fungsi baik sebagai kayu bakar, tanaman pagar, pakan ternak dan pencegah erosi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut hasil kajian di lapangan oleh Putu Suratmi dari BPTP Bali, gamal banyak dijumpai dan tersebar luas di seluruh pelosok pedesaan dan mudah tumbuh hampir di semua tempat. Namun pemanfaatan dan pembudidayaannya sebagai sumber pakan ternak belum mendapat perhatian yang serius. Padahal tanaman gamal dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, termasuk jenis tanah yang kurang subur, tanah masam dengan ketinggian sampai 1300 m dpl, dan tahan kekeringan. Gamal bisa ditanam melalui biji maupun stek, tetapi petani umumnya lebih tertarik menanam dengan stek karena pertumbuhannya lebih cepat dan daunnya dapat segera dipotong.&lt;br /&gt;Keberhasilan menanam gamal dengan menggunakan stek sangat tergantung pada tingkat kedewasaan, ukuran dan bagian tanaman yang digunakan sebagai stek. Hasil yang terbaik dalam penanaman gamal yaitu dengan menggunakan stek yang berdiameter 3,6-4,0 cm, kemudian menggunakan batang bawah dan panjang stek 45 cm, masing-masing memiliki tingkat pertumbuhan 60%, 55% dan 70%. Pemotongan pertama untuk tanaman yang ditanam melalui biji, sebaiknya setelah berumur 1-2 tahun dengan tinggi potong 1 meter.&lt;br /&gt;Sebagai pakan ternak ruminansia hijauan, gamal memiliki nilai gizi yang cukup baik yaitu 22,1% bahan kering, 23,5% protein dan 4200 Kcal/kg energi. Untuk mengurangi kadar kumarin yang menyebabkan aroma daun gamal tidak sedap, kadar kumarinnya bisa diturunkan melalui perlakuan pengeringan dengan sinar matahari antara 30-90 menit. Semakin lama waktu penjemuran, semakin banyak kumarin yang hilang. Proses pelayuan pada suhu kamar selama 24 jam dapat menghilangkan kadar kumarin sampai 77%.&lt;br /&gt;Pemberian ransum daun gamal secara kontinyu hingga 100% dan 100-200 g g/ekor/hari konsentrat berpengaruh positif pada domba ekor gemuk yang ditunjukkan dengan meningkatnya bobot badan, kinerja reproduksi dan produksi pada perkawinan kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-2217405947695038652?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/gamal-sebagai-pakan-ternak-ruminansia.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjYKrYDhQxI/AAAAAAAAAT4/5QjhVLEB2nk/s72-c/picture.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-3649779755817268253</guid><pubDate>Mon, 15 Jun 2009 08:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-15T01:45:08.513-07:00</atom:updated><title>Limbah Buah Kakao,  Limbah Yang Bermanfaat</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjYIxAlyifI/AAAAAAAAATw/hfLIDbbl7dk/s1600-h/FasendaCacauBaum.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 187px; height: 252px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjYIxAlyifI/AAAAAAAAATw/hfLIDbbl7dk/s320/FasendaCacauBaum.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347471245614156274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Hasil penelitian Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (PPKK) &lt;/span&gt;Jember menunjukkan bahwa limbah kakao (kulit dan plasenta) mengandung serat, protein, lemak serta sejumlah asam organik dan berpotensi menjadi bahan pakan ternak kambing.&lt;br /&gt;Penelitian ini juga mendukung program integrasi tanaman perkebunan dengan ternak yang secara luas sudah terbukti mampu meningkatkan kesehatan dan produktivitas tanaman serta meningkatkan pendapatan pekebun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Para pekebun yang berada di wilayah sentra produksi kakao seperti Sulawesi khususnya Sulawesi Tengah dapat memanfaatkan olahan limbah kakao sebagai bahan alternatif pakan ternak. Biasanya limbah kakao yang banyak pada puncak produksi kakao selama bulan Maret, April dan Mei tidak dimanfaatkan secara baik dan dibiarkan begitu saja menjadi onggokan sampah.&lt;br /&gt;Proporsi untuk membuat olahan pakan yang terdiri atas limbah kakao dengan biji (basah) adalah 65% : 35%. Jika produktivitas biji kakao per tahun per hektar untuk varietas Landak mencapai 1000 – 1250 kg, maka limbah yang dihasilkan cukup untuk memelihara 4-5 ekor kambing dengan asumsi kebutuhan pakan kambing 2 kg/ekor/hari tanpa diberi makanan tambahan. Bila pekebun memelihara ternak kambing dengan memanfaatkan limbah kakao sebagai sumber pakannya, maka disamping dapat dijadikan sebagai sumber pupuk organik, juga merupakan investasi yang sangat berarti bagi para pekebun.&lt;br /&gt;Pemberian hasil olahan limbah kakao sebagai pakan kambing mampu mengurangi porsi pemberian rumput yang harus disediakan peternak, khususnya pada usaha pola intensif (dikandangkan). Hasil pengamatan usaha pola integrasi tanaman perkebunan dengan ternak di Propinsi Lampung menunjukkan, bahwa olahan limbah kakao yang diberikan peternak sebagai pakan kambing mencapai 2-3 kg/ekor/hari pada ternak dewasa. Ini cukup membantu peternak dalam mensuplai pakan kambing yang dinyatakan mampu menghemat tenaga kerja penyedia pakan hijauan mencapai 50%. Teknologi ini juga mendukung program integrasi yang secara luas sudah terbukti mampu meningkatkan kesehatan dan produktivitas tanaman serta meningkatkan pendapatan pekebun.&lt;br /&gt;Disamping itu pemanfaatan limbah menjadi bahan baku bagi proses produksi berikutnya merupakan upaya memperpanjang rantai nutrisi dan energi yang dalam konteks ekologi merupakan tindakan efisiensi yang sangat bermanfaat terkait dengan sustainable agriculture.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-3649779755817268253?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/limbah-buah-kakao-limbah-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjYIxAlyifI/AAAAAAAAATw/hfLIDbbl7dk/s72-c/FasendaCacauBaum.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-6586345207408998859</guid><pubDate>Mon, 15 Jun 2009 08:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-15T01:44:44.985-07:00</atom:updated><title>Pengolahan Sampah Organik Untuk Pakan Ternak</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjYGS1wIVnI/AAAAAAAAATo/y3vKnFyam3E/s1600-h/2586171013_7d25ee91a6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 215px; height: 157px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjYGS1wIVnI/AAAAAAAAATo/y3vKnFyam3E/s320/2586171013_7d25ee91a6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347468528285406834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Sebagai wujud kepedulian lingkungan tidak ada salahnya kita mencoba mengolah sampah sebagai bahan pakan ternak kita . &lt;/span&gt;Mencoba bisa dimulai dari quota sedikit dulu . Membuat pakan dari sampah di mulai dengan pemisahan sampah organik dan anorganik, dilanjutkan dengan pencacahan, fermentasi, pengeringan, penepungan, pencampuran, dan pembuatan pelet.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemisahan sampah organik dari sampah anorganik dimaksudkan&lt;br /&gt;agar sampah yang diolah hanya yang dapat dicerna oleh ternak serta menghindarkan ternak dari mengonsumsi bahan-bahan beracunatau yang mengandung logam be-&lt;br /&gt;rat.&lt;br /&gt;Pemisahan sebaiknya dapat dilakukan di tingkat produsen sampah (pasar atau rumah tangga). Oleh karena itu, untuk program massal perlu disediakan tempat sampah&lt;br /&gt;organik dan anorganik di tingkat produsen sampah. Sampah dari rumah sakit dan pabrik yang banyak mengandung logam berat atau bahan beracun seyogianya dihindari.&lt;br /&gt;Sampah organik yang telah terpisah dari bahan lain selanjutnya dicacah dengan alat atau mesin pencacah agar bentuknya lebih kecil dan untuk memudahkan fermentasi.&lt;br /&gt;Fermentasi dimaksudkan untuk meningkatkan kandungan gizi dan nilai cerna sampah karena kandungan gizi sampah umumnya rendah tetapi serat kasarnya relatif tinggi.&lt;br /&gt;Fermentasi dilakukan dengan menggunakan inokulan bakteri dan cara yang tepat agar diperoleh produk yang bermutu tinggi.&lt;br /&gt;Setelah difermentasi, sampah dikeringkan dengan dijemur lalu digiling hingga menjadi tepung. Selanjutnya tepung sampah ditambah bahan lain termasuk enzim dan diaduk dalam mesin pencampur, sehingga diperoleh pakan komplit yang sesuai dengan kebutuhan ternak. Apabila diperlukan, semua bahan yang sudah tercampur dibentuk pelet. Pelet pakan ternak dapat disimpan hingga 6 bulan. Idealnya ransum komplit diberikan sekitar 3% dari bobot hidup ternak per hari. Dengan jumlah pakan tersebut, sapi tidak lagi memerlukan HMT atau rumput. Namun sebagian petani ternyata masih memberikan rumput. Sebagai contoh,jika ternak diberi pakan komplit 1,5% dari bobot hidup per hari, peternak tinggal memberi rumput 50% dari kebutuhan semestinya.&lt;br /&gt;Keuntungan Ekonomi&lt;br /&gt;Hasil penelitian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali menunjukkan bahwa penggunaan pakan komplit berbahan baku sampah sebanyak 1,5% dari bobot badan pada sapi bali selama 5 bulan, memberikan pertambahan bobot badan rata-rata 650 g/hari. Secara ekonomis pemanfaatan sampah untuk pakan ini sangat prospektif&lt;br /&gt;mengingat bahan dan biaya produksinya relatif murah, sedangkan efeknya terhadap pertumbuhan sapi cukup baik. Berdasarkan analisis ekonomi, penggemukan sapi&lt;br /&gt;dengan ransum komplit berbahan baku sampah memberikan keuntungan sekitar 200% dibandingkan dengan cara tradisional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-6586345207408998859?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/pengolahan-sampah-organik-untuk-pakan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjYGS1wIVnI/AAAAAAAAATo/y3vKnFyam3E/s72-c/2586171013_7d25ee91a6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-548540464452347733</guid><pubDate>Mon, 15 Jun 2009 08:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-15T01:16:22.021-07:00</atom:updated><title>HIJAUAN MAKAN TERNAK</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjYCQ3j8d1I/AAAAAAAAATg/KI-PCodmEbA/s1600-h/rumput-gajah-king-grass.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 171px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjYCQ3j8d1I/AAAAAAAAATg/KI-PCodmEbA/s320/rumput-gajah-king-grass.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347464096364918610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CSOFYANTA%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{margin-top:7.0pt; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:13.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p  style="background: white none repeat scroll 0% 0%; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:78%;"  lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Sebagaimana kita ketahui, Hijauan Makanan Ternak (hmt), adalah merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi dunia peternakan.&lt;/span&gt; Tanpa manajemen pakan yang baik, niscaya ternak kambing yang kita pelihara akan merana, karena makanan yang diberikan ke ternak tidak dapat tersedia secara tetap. Oleh karena itu, diperlukan suatu cara yang tepat untuk mengatur agar supaya hmt yang diperlukan oleh ternak tidak terganggu pengadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa macam hijauan makan ternak yang layak dan disukai oleh kambing etawa:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="background: white none repeat scroll 0% 0%; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:78%;"  lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Rumput Gajah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumput gajah banyak di jumpai di persawahan. Tingginya bisa mencapai 5 m, berbatang tebal dan keras, daun panjang, dan dapat berbunga seperti es lilin. Kandungan rumput gajah terdiri atas; 19,9% bahan kering (BK), 10,2% protein kasar (PK), 1,6% lemak, 34,2% serat kasar, 11,7% abu, dan 42,3% bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput gajah mempunyai beberapa varietas, antara lain varietas afrika dan varietas hawai.&lt;br /&gt;1. varietas afrika, ditandai dengan batang dan daun yang kecil, tumbuh tegak, berbunga dan produksi lebih rendah jika dibandingkan dengan rumput varietas hawai.&lt;br /&gt;2. varietas hawai, ditandai dengan batang dan daun yang lebar, pertumbuhan rumpun sedikit menyebar, produksi cukup tinggi, dan berbunga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="background: white none repeat scroll 0% 0%; line-height: 150%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:78%;"  lang="SV"&gt;Panen pertama pada rumput gajah dapat di lakukan pada umur 90 hari setelah tanam. Panen selanjutnya setiap 40 hari sekali pada musim hujan dan 60 hari sekali pada musim kemarau. Tinggi potongan dari permukaan tanah antara 10-15 cm. Produksi hijauan rumput gajah antara 100-200 ton rumput segar/hektar/tahun. Alangkah lebih baik kalau sehabis pemanenan rumput gajah diberi pupuk, pupuk dapat berupa pupuk kimia (urea, npk, tsp/kcl) ataupun pupuk alami (kotoran kambing). Sehingga pertumbuhan rumput itu akan semakin bagus dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. Rumput Raja atau King Grass&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumput raja mempunyai karakteristik tumbuh tegak berumpun-rumpun, ketinggian dapat mencapai kurang lebih 4 m, batang tebal dan keras, daun lebar agak tegak, dan ada bulu agak panjang pada daun helaian dekat liguna. Permukaan daun luas dan tidak berbunga kecuali jika di tanam di daerah yang dingin.&lt;br /&gt;Rumput raja dapat di tanam di daeah yang subur di dataran rendah sampai dataran tinggi, dengan curah hujan tahunan lebih dari 1.000 mm.&lt;br /&gt;Produksi hijauan rumput raja dua kali lipat dari produksi rumput gajah, yaitu dapat mencapai 40 ton rumput segar/hektar sekali panen atau setara 200-250 ton rumput segar/hektar/tahun. Mutu hijauan rumput raja lebih tinggi jika dibandingkan dengan rumput gajah Hawai ataupun rumput Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c. Rumput Setaria&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumput setaria sering juga disebut sebagai rumput setaria lampung. Rumput setaria tumbuh tegak, berumpun lebat, tinggi dapat mencapai 2 m, berdaun halus dan lebar berwarna hijau gelap, berbatang lunak dengan warna merah keungu-unguan, pangkal batang pipih, dan pelepah daun pada pangkal batang tersusun seperti kipas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput setaria sangat cocok di tanam di tanah yang mempunyai ketinggian 1200 m dpl, dengan curah hujan tahunan 750 mm atau lebih, dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, dan tahan terhadap genangan air. Pembiakan dapat di lakukan dengan memisahkan rumpun dan menanamnya dengan jarak 60 x 60 cm. Pemupukan di lakukan pada tanaman berumur kurang lebih dua minggu, dengan pupuk urea 100 kg/hektar lahan, dan sebulan sekali di tambah dengan 100 kg urea/hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi hijauan rumput setaria dapat mencapai 100 ton rumput segar/hektar/tahun. Komosisi rumput setaria (dasar bahan kering) terdiri atas; abu 11,5%, ekstrak eter (EE) 2,8%, serat kasar (SK) 32,5%, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 44,8%, protein ksar (PK) 8,3% dan total digestible nutrients (TDN) 52,88%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;d. Turi (sesbania grandiflora)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sifat khusus dari tanaman turi adalah pertumbuhannya yang begitu cepat, tinggi tanaman bisa mencapai 10 meter, dan bunga berbentuk seperti kupu-kupu berwarna merah muda atau putih. Turi dapat beradaptasi pada tanah asam yang tidak subur, kadang-kadang juga tumuh subur pada tanah yang tergenang air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun turi merupakan hijauan makanan ternak yang potensial. Komposisi zat gizi daun turi terdiri atas; protein kasar 27,3%, energi kasar 4.825 kkal/kg, SDN 24,4%, lignin 2,7%, abu 7,5%, Ca 1,5% dan P 0,4%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;e. Kaliandra (calliandra calothrysus)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tinggi tanaman (pohon) kaliandra dapat mencapai 8 m. tanaman kaliandra dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1500 m dpl, toleran terhadap tanah yang kurang subur, dapat tumbuh cepat dan berbintil akar sehingga mampu menahan erosi tanah dan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat kaliandra pada makana ternak adalah sebagai bank protein. Penanaman kaliandra pada tanah-tanah yang kurang produktif dapat menekan pertumbuhan gulma. Selain itu tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penyubur tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun kaliandra mudah dikeringkan dan dapat dibuat sebagai tepung makanan ternak kambing. Kaliandra mengandung protein kasar 22,4%, lemak 4,1%, energi kasar 46,30 kkal/kg, SDN 24,0%, lignin 1995,0%, Ca 1,6% dan P 0,2%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya sewaktu pemberian makanan kepada ternak di berikan secara campur. Hal ini bertujuan agar kandungan yang berada di dalam masing-masing tanaman dapat saling melengkapi, sehingga kambing akan merasa tercukupi kandungan gizi maupun proteinnya. Selain itu juga akan meminimalkan kambing merasa bosan makan apabila di sajikan dalam satu jenis tanaman saja secara berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kambing akan memilih daun yang dia paling sukai terlebih dahulu, setelah daunan yang disukainya habis, maka kambing baru akan menyantap rumputan jenis yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-548540464452347733?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/hijauan-makan-ternak.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjYCQ3j8d1I/AAAAAAAAATg/KI-PCodmEbA/s72-c/rumput-gajah-king-grass.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-7185901002340216464</guid><pubDate>Mon, 15 Jun 2009 07:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-05T10:39:55.990-07:00</atom:updated><title>PAKAN KAMBING</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjYAxYWlVlI/AAAAAAAAATY/s0f70r8bLoU/s1600-h/bercak_hijau.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjYAxYWlVlI/AAAAAAAAATY/s0f70r8bLoU/s320/bercak_hijau.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347462455899805266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;JENIS PAKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1) Hijauan Segar&lt;br /&gt;Hijauan segar adalah semua bahan pakan yang diberikan kepada ternakdalam bentuk segar, baik yang dipotong terlebih dahulu (oleh manusia) maupun yang tidak (disengut langsung oleh ternak). Hijauan segar umumnya terdiri atas daun-daunan yang berasal dari rumput-rumputan, tanaman bijibijian/jenis kacang-kacangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rumput-rumputan merupakan hijauan segar yang sangat disukai ternak, mudah diperoleh karena memiliki kemampuan tumbuh tinggi, terutama di daerah tropis meskipun sering dipotong/disengut langsung oleh ternak sehingga menguntungkan para peternak/pengelola ternak. Hijauan banyak mengandung karbohidrat dalam bentuk gula sederhana, pati dan fruktosa yang sangat berperan dalam menghasilkan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Rumput-rumputan&lt;br /&gt;Rumput Gajah (Pennisetum purpureum), rumput Benggala (Penicum maximum), rumput Setaria (Setaria sphacelata), rumput Brachiaria(Brachiaria decumbens), rumput Mexico (Euchlena mexicana) dan rumput lapangan yang tumbuh secara liar.&lt;br /&gt;b. Kacang-kacangan&lt;br /&gt;Lamtoro (Leucaena leucocephala), stylo (Sty-losantes guyanensis), centro (Centrocema pubescens), Pueraria phaseoloides, Calopogonium muconoides dan jenis kacang-kacangan lain.&lt;br /&gt;c. Daun-daunan&lt;br /&gt;Daun nangka, daun pisang, daun turi, daun petai cina dll.&lt;br /&gt;2) Jerami dan hijauan kering&lt;br /&gt;Termasuk kedalam kelompok ini adalah semua jenis jerami dan hijauan pakan ternak yang sudah dipotong dan dikeringkan. Kandungan serat kasarnya lebih dari 18% (jerami, hay dan kulit biji kacang-kacangan).&lt;br /&gt;3) Silase&lt;br /&gt;Silase adalah hijauan pakan ternak yang disimpan dalam bentuk segar biasanya berasal dari tanaman sebangsa padi-padian dan rumput-rumputan.&lt;br /&gt;4) Konsentrat (pakan penguat)&lt;br /&gt;Contoh: dedak padi, jagung giling, bungkil kelapa, garam dan mineral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MANFAAT PAKAN&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1) Sumber energi&lt;br /&gt;Termasuk dalam golongan ini adalah semua bahan pakan ternak yang kandungan protein kasarnya kurang dari 20%, dengan konsentrasi serat kasar di bawah 18%. Berdasarkan jenisnya, bahan pakan sumber energi dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu:&lt;br /&gt;a. Kelompok serealia/biji-bijian (jagung, gandum, sorgum)&lt;br /&gt;b. Kelompok hasil sampingan serealia (limbah penggilingan)&lt;br /&gt;c. Kelompok umbi (ketela rambat, ketela pohon dan hasil sampingannya)&lt;br /&gt;d. Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam rumput (rumput&lt;br /&gt;gajah, rumput benggala dan rumput setaria).&lt;br /&gt;2) Sumber protein&lt;br /&gt;Golongan bahan pakan ini meliputi semua bahan pakan ternak yang mempunyai kandungan protein minimal 20% (berasal dari hewan/tanaman).&lt;br /&gt;Golongan ini dibedakan menjadi 3 kelompok:&lt;br /&gt;a. Kelompok hijauan sebagai sisa hasil pertanian yang terdiri atas jenis daun-daunan sebagai hasil sampingan (daun nangka, daun pisang, daun ketela rambat, ganggang dan bungkil)&lt;br /&gt;b. Kelompok hijauan yang sengaja ditanam, misalnya lamtoro, turi, kaliandra, gamal dan sentero&lt;br /&gt;c. Kelompok bahan yang dihasilkan dari hewan (tepung ikan, tepung tulang&lt;br /&gt;dan sebagainya).&lt;br /&gt;3) Sumber vitamin dan mineral&lt;br /&gt;Hampir semua bahan pakan ternak, baik yang berasal dari tanaman maupun&lt;br /&gt;hewan, mengandung beberapa vitamin dan mineral dengan konsentrasi sangat bervariasi tergantung pada tingkat pemanenan, umur, pengolahan, penyimpanan, jenis dan bagian-bagiannya (biji, daun dan batang). Disamping itu beberapa perlakuan seperti pemanasan, oksidasi dan penyimpanan terhadap bahan pakan akan mempengaruhi konsentrasi kandungan vitamin dan mineralnya. Saat ini bahan-bahan pakan sebagai sumber vitamin dan mineral sudah tersedia di pasaran bebas yang dikemas khusus dalam rupa bahan olahan yang siap digunakan sebagai campuran pakan, misalnya premix, kapur, Ca2PO4 dan beberapa mineral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEDOMAN TEKNIS PEMBUATAN/PENGOLAHAN&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan Pakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan ternak terhadap pakan dicerminkan oleh kebutuhannya terhadap&lt;br /&gt;nutrisi. Jumlah kebutuhan nutrisi setiap harinya sangat bergantung pada jenis ternak, umur, fase (pertumbuhan, dewasa, bunting, menyusui), kondisi tubuh (normal, sakit) dan lingkungan tempat hidupnya (temperatur, kelembaban nisbi udara) serta bobot badannya. Maka, setiap ekor ternak yang berbeda kondisinya membutuhkan pakan yang berbeda pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi yang diberikan oleh Badan Penelitian Internasional (National Research Council) mengenai standardisasi kebutuhan ternak terhadap pakan&lt;br /&gt;dinyatakan dengan angka-angka kebutuhan nutrisi ternak ruminansia. Rekomendasi tersebut dapat digunakan sebagai patokan untuk menentukan&lt;br /&gt;kebutuhan nutrisi ternak ruminansia, yang akan dipenuhi oleh bahan-bahan&lt;br /&gt;pakan yang sesuai/bahan-bahan pakan yang mudah diperoleh di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi Pakan&lt;br /&gt;Ternak ruminansia yang normal (tidak dalam keadaan sakit/sedang berproduksi), mengkonsumsi pakan dalam jumlah yang terbatas sesuai dengan kebutuhannya untuk mencukupi hidup pokok. Kemudian sejalan dengan pertumbuhan, perkembangan kondisi serta tingkat produksi yang dihasilkannya, konsumsi pakannya pun akan meningkat pula. Tinggi rendah konsumsi pakan pada ternak ruminansia sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal (lingkungan) dan faktor internal (kondisi ternak itu sendiri).&lt;br /&gt;a) Temperatur Lingkungan&lt;br /&gt;Ternak ruminansia dalam kehidupannya menghendaki temperatur lingkungan yang sesuai dengan kehidupannya, baik dalam keadaan sedang berproduksi maupun tidak. Kondisi lingkungan tersebut sangat bervariasi dan erat kaitannya dengan kondisi ternak yang bersangkutan yang meliputi jenis ternak, umur, tingkat kegemukan, bobot badan, keadaan penutup tubuh (kulit, bulu), tingkat produksi dan tingkat kehilangan panas tubuhnya akibat&lt;br /&gt;pengaruh lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terjadi perubahan kondisi lingkungan hidupnya, maka akan terjadi pula perubahan konsumsi pakannya. Konsumsi pakan ternak biasanya menurun sejalan dengan kenaikan temperatur lingkungan. Makin tinggi temperatur lingkungan hidupnya, maka tubuh ternak akan terjadi kelebihan&lt;br /&gt;panas, sehingga kebutuhan terhadap pakan akan turun. Sebaliknya, pada temperatur lingkungan yang lebih rendah, ternak akan membutuhkan pakan&lt;br /&gt;karena ternak membutuhkan tambahan panas. Pengaturan panas tubuh dan&lt;br /&gt;pembuangannya pada keadaan kelebihan panas dilakukan ternak dengan cara radiasi, konduksi, konveksi dan evaporasi.&lt;br /&gt;b) Palatabilitas&lt;br /&gt;Palatabilitas merupakan sifat performansi bahan-bahan pakan sebagai akibat&lt;br /&gt;dari keadaan fisik dan kimiawi yang dimiliki oleh bahan-bahan pakan yang dicerminkan oleh organoleptiknya seperti kenampakan, bau, rasa (hambar, asin, manis, pahit), tekstur dan temperaturnya. Hal inilah yang menumbuhkan daya tarik dan merangsang ternak untuk mengkonsumsinya.&lt;br /&gt;Ternak ruminansia lebih menyukai pakan rasa manis dan hambar daripada asin/pahit. Mereka juga lebih menyukai rumput segar bertekstur baik dan mengandung unsur nitrogen (N) dan fosfor (P) lebih tinggi.&lt;br /&gt;c) Selera&lt;br /&gt;Selera sangat bersifat internal, tetapi erat kaitannya dengan keadaan “lapar”. Pada ternak ruminansia, selera merangsang pusat saraf (hyphotalamus) yang menstimulasi keadaan lapar. Ternak akan berusaha mengatasi kondisi ini dengan cara mengkonsumsi pakan. Dalam hal ini, kadang-kadang terjadi kelebihan konsumsi (overat) yang membahayakan ternak itu sendiri.&lt;br /&gt;d) Status fisiologi&lt;br /&gt;Status fisiologi ternak ruminansia seperti umur, jenis kelamin, kondisi tubuh&lt;br /&gt;(misalnya bunting atau dalam keadaan sakit) sangat mempengaruhi konsumsi pakannya.&lt;br /&gt;e) Konsentrasi Nutrisi&lt;br /&gt;Konsentrasi nutrisi yang sangat berpengaruh terhadap konsumsi pakan adalah konsentrasi energi yang terkandung di dalam pakan. Konsentrasi energi pakan ini berbanding terbalik dengan tingkat konsumsinya. Makin tinggi konsentrasi energi di dalam pakan, maka jumlah konsumsinya akan menurun. Sebaliknya, konsumsi pakan akan meningkat jika konsentrasi energi yang dikandung pakan rendah.&lt;br /&gt;f) Bentuk Pakan&lt;br /&gt;Ternak ruminansia lebih menyukai pakan bentuk butiran (hijauan yang dibuat pellet atau dipotong) daripada hijauan yang diberikan seutuhnya. Hal ini berkaitan erat dengan ukuran partikel yang lebih mudah dikonsumsi dan dicerna. Oleh karena itu, rumput yang diberikan sebaiknya dipotong-potong&lt;br /&gt;menjadi partikel yang lebih kecil dengan ukuran 3-5 cm.&lt;br /&gt;g) Bobot Tubuh&lt;br /&gt;Bobot tubuh ternak berbanding lurus dengan tingkat konsumsi pakannya.&lt;br /&gt;Makin tinggi bobot tubuh, makin tinggi pula tingkat konsumsi terhadap pakan. Meskipun demikian, kita perlu mengetahui satuan keseragaman berat badan ternak yang sangat bervariasi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengestimasi berat badannya, kemudian dikonversikan menjadi “berat badan metabolis” yang merupakan bobot tubuh ternak tersebut. Berat badan ternak dapat diketahui dengan alat timbang. Dalam praktek di lapangan, berat badan ternak dapat diukur dengan cara mengukur panjang badan dan lingkar dadanya. Kemudian berat badan diukur dengan menggunakan formula: Berat badan = Panjang badan (inci) x Lingkar Dada2 (inci) / 661&lt;br /&gt;Berat badan metabolis (bobot tubuh) dapat dihitung dengan cara meningkatkan berat badan dengan nilai 0,75&lt;br /&gt;Berat Badan Metabolis = (Berat Badan)0,75&lt;br /&gt;h) Produksi&lt;br /&gt;Ternak ruminansia, produksi dapat berupa pertambahan berat badan (ternak&lt;br /&gt;potong), air susu (ternak perah), tenaga (ternak kerja) atau kulit dan bulu/wol. Makin tinggi produk yang dihasilkan, makin tinggi pula kebutuhannya terhadap pakan. Apabila jumlah pakan yang dikonsumsi (disediakan) lebih rendah daripada kebutuhannya, ternak akan kehilangan berat badannya (terutama selama masa puncak produksi) di samping performansi produksinya tidak optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan Nutrisi Pakan Ternak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bahan pakan atau pakan ternak, baik yang sengaja kita berikan kepada ternak maupun yang diperolehnya sendiri, mengandung unsur-unsur nutrisi yang konsentrasinya sangat bervariasi, tergantung pada jenis, macam dan keadaan bahan pakan tersebut yang secara kompak akan mempengaruhi tekstur dan strukturnya. Unsur nutrisi yang terkandung di dalam bahan pakan secara umum terdiri atas air, mineral, protein, lemak, karbohidrat dan vitamin. Setelah dikonsumsi oleh ternak, setiap unsur nutrisi berperan sesuai dengan fungsinya terhadap tubuh ternak untuk mempertahankan hidup dan berproduksi secara normal. Unsur-unsur nutrisi tersebut dapat diketahui melalui proses analisis terhadap bahan pakan yang dilakukan di laboratorium. Analisis itu dikenal dengan istilah “analisis proksimat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-7185901002340216464?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/pakan-kambing.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjYAxYWlVlI/AAAAAAAAATY/s0f70r8bLoU/s72-c/bercak_hijau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-612016480635821690</guid><pubDate>Fri, 12 Jun 2009 07:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-12T00:42:15.126-07:00</atom:updated><title>PUPUK ORGANIK-ORGANIC FERTILIZER</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjIGEZToyMI/AAAAAAAAATQ/VFPRQIo47pI/s1600-h/danagen3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjIGEZToyMI/AAAAAAAAATQ/VFPRQIo47pI/s320/danagen3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346342380224694466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kami siap mensuplai kebutuhan Pupuk Organik - Organic Fertilizer dengan spesifikasi sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Produk BIO TECHNOLOGI berdasarkan konsep MICRO BIOLOGI tanah yang diolah melalui proses FERMENTASI dengan menggunakan KULTUR MIKROBA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Mengandung UNSUR MAKRO (N, P, K, Ca, dan S) dan UNSUR MIKRO (Na, Fe, B, Mn, dll) yang lengkap.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;· Memiliki bahan Organik dan mampu menciptakan pergerakan UNSUR HARA dalam tanah dengan sistem Penyerapan unsur hara oleh tanah (BIO DYNAMIC CONCEPT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Bersifat ORGANIK MURNI yang memiliki kandungan Mikroba menguntungkan, seperti : FOTOSYNTETIC BACTERIA, LACTOBACILLUS, ACTINOMYCETES, STREPTOMYCES Sp)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Mampu menciptakan proses penguraian saat perpaduan antara UNSUR ORGANIK dan MIKROBA yang akan mendorong pembentukan UNSUR HUMUS dan Peningkatan KAPASITAS TUKAR KATION (KTK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Menghasilkan sejumlah HORMON ANTI BIOTIK ALAMI dan VITAMIN yang mampu meningkatkan KETAHANAN AKAR dari berbagai serangan PATOGEN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Meningkatkan dan Memelihara Kesuburan Tanah (Sifat Kimia Tanah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Memperbaiki Struktur Tanah dan Mengurangi Erosi (Sifat Fisik Tanah)&lt;br /&gt;· Mengaktifkan serta Meningkatkan DAUR BIOLOGIS dalam sistem Pertanian, karena melibatkan MIKRO ORGANISME TANAH yang dalam jangka panjang akan MENINGKATKAN KETERSEDIAAN UNSUR HARA terutama UNSUR N, P, K (Sifat Biologi Tanah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-612016480635821690?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/pupuk-organik-organik-fertilizer.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjIGEZToyMI/AAAAAAAAATQ/VFPRQIo47pI/s72-c/danagen3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-4526082791541497439</guid><pubDate>Thu, 11 Jun 2009 18:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-11T11:58:42.455-07:00</atom:updated><title>Kampar Pusat Bibit Ternak di Riau</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjFTSXYPtLI/AAAAAAAAATI/29K9bPdv548/s1600-h/2004_0305_013926+%28Small%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 265px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjFTSXYPtLI/AAAAAAAAATI/29K9bPdv548/s320/2004_0305_013926+%28Small%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346145807643948210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BUPATI Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi, atas keberhasilan Kabupaten Kampar mengembangkan daerahnya menjadi pusat pembibitan ternak di Provinsi Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada tiga unit pusat pembibitan ternak yang saat ini dimiliki Kabupaten Kampar. Keberadaanya cukup baik dan dapat diandalkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diantaranya, pusat pembibitan sapi perah di Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, pembibitan kambing di Desa Kampar, Kecamatan Kampar Timur, serta pembibitan unggas di Desa Laboy Jaya, Kecamatan Bangkinang Seberang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disampaikan Burhanuddin melalui Sekda Kampar Drs H Zulher MS. Saat berkunjung ke lokasi pusat pembibitan sapi perah di Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Jumat (27/2).&lt;br /&gt;Dikatakan Zulher, atas perintah Bapak Bupati Kampar, dirinya  datang untuk berkunjung ke salah satu pusat pembibitan sapi perah, yang sangat membanggakan itu. Maklum pusat pembibitan itu merupakan satu-satu yang ada di Provinsi Riau sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Kita berharap kiranya pusat pembibitan sapi perah ini dapat diberdayakan dan ditingkatkan keberadaannya, terutama dalam upaya kita mengujudkan visi dan misi Bapak Bupati Kampar, yaitu mewujudkan Kabupaten Kampar sebagai pusat agrobisnis. Disamping pusat pembibitan ternak yang sudah ada,’’ jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Dinas Perternakan Kabupaten Kampar Ir H Nefrizal kepada Sekda Kampar pada kesempatan itu menjelaskan, pusat pembibitan sapi di Desa Kuapan ini berjumlah 80 ekor, 50 ekor induk dan 30 ekor anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula keberadaan pusat pembibitan sapi perah ini merupakan program bersama, antara Balitbanda Kabupaten Kampar dengan Dinas Peternakan Kabupaten Kampar, Balai Penelitian Peternakan Bogor Jawa Barat dan BPTP Riau pada tahun 2005. Dengan jumlah sapi sebanyak 26 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, dikembangkan dengan APBD Kabupaten Kampar tahun 2007 dengan 20 ekor sapi, tahun 2008 ditambah lagi 20 ekor sapi.  Alhamdulillah keberadaan pusat pembibitan ini sudah berhasil, dan merupakan satu-satunya pusat pembibitan sapi perah di Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat pembibitan ini sangat bermanfaat, sebagai tempat pusat pengembangan dan penelitian para sarjana dan calon sarjana peternakan. Terutama bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, yang menjalin kerja sama dengan  Pusat  UPT. Rumanansia besar (sapi perah) di Desa Kuapan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat pembibitan ini juga mampu mengembangkan susu perah murni dari ternak sapi yang dikembangkan. Di mana setiap harinya mampu menghasilkan susu segar sebanyak 150 liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan program Bupati Kampar, Kadis Peternakan Nefrizal memalui Kepala UPTD Ir H Harminto berharap, kiranya para pejabat dan aparatur di lingkungan Pemkab Kampar dapat mengkomsumsi produk susu perah yang gizi dan higienis, sangat baik dan bermutu.&lt;br /&gt;Sehingga masyarakat dapat meyakini, produksi susu segar pusat pembibitan sapi perah ini dapat pula dikomnsumsi oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 2006 lalu, ungkapnya, peternakan sapi itu telah mampu menghasilkan susu segar dari sapi yang dikembangkan di pusat pembibitan ini. Hanya saja, pemasarannya belum pasti. ‘’Untuk menjamin pangsa pasar, kita berharap pemerintah dapat menjembatani penjualan susu segar yang diproduksi UPT Rumanansia besar ini,’’ kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-4526082791541497439?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/kampar-pusat-bibit-ternak-di-riau.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjFTSXYPtLI/AAAAAAAAATI/29K9bPdv548/s72-c/2004_0305_013926+%28Small%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-7326162835792506597</guid><pubDate>Thu, 11 Jun 2009 18:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-11T11:52:18.026-07:00</atom:updated><title>Puluhan Ternak Mati Mendadak, Peternak Gayo Resah</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjFRxGUyTTI/AAAAAAAAATA/8qScJnwlLcE/s1600-h/sapi2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 232px; height: 187px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjFRxGUyTTI/AAAAAAAAATA/8qScJnwlLcE/s320/sapi2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346144136618724658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Takengon&lt;/span&gt; – Sejumlah petani ternak kerbau dan sapi resah di dataran Gayo resah. Sebulan ini puluhan ternak kerbau mati mendadak di empat kecamatan, Bintang, Kebayakan, Linge dan Jagong Jeget.&lt;br /&gt;Seorang peternak, M.Amin, warga Mendale Kecamatan Kebayakan kepada The Globe Journal, Kamis (28/5) mengungkapkan kerisauannya.  “Sudah puluhan ternak kerbau yang mati secara mendadak milik warga Mendale dan dibeberapa tempat lainnya di Aceh Tengah,” kata M. Amin.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Amin resah, anak kerbau miliknya berumur 3 bulan mati mendadak. Beberapa kerbau lain milik warga kampung juga mati, antara lain kerbau milik Aman Ardi 1 ekor jantan, Aman Ima 1 ekor betina, Aman Sofyan 4 ekor betina, Aman Sudar 3 ekor, Aman Rusda 5 ekor dan kerbau milik Aman Hilman 1 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Amin, sebelum mati, dari hidung kerbau keluar cairan bening, mulut berbusa dan leher membengkak. “Kami sangat resah, nama penyakitnya saja belum jelas, padahal sudah sudah lebih dua minggu sampel ternak dikirim oleh dinas terkait ke Medan.” kata Amin bernada kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keresahan peternak juga dirasakan masyarakat Paya Serngi Kecamatan Kebayakan yang dikenal sebagai kawasan lumbung ternak di Aceh Tengah.Ruhdi, seorang peternak di Paya Serngi mengaku merasa betul-betul resah dengan serangan penyakit ternak di Aceh Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seekor ternak sangat berharga bagi kami karena merupakan tumpuan harapan dan tabungan bagi kami warga kelas bawah, jadi mohon perhatian serius dari pihak terkait dalam menangani kasus ini," harap Ruhdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruhdi mengakui pihak Keswan dinas terkait sudah lakukan upaya-upaya pencegahan khususnya di kampung Paya Serngi. Akan tetapi mungkin belum maksimal ditempat lain sehingga terjadi kasus kematian ternak secara massal tanpa sempat dicegah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pihak lain selain praktisi peternakan didaerah ini juga diharapkan memahami persoalan, terutama terkait anggaran pendukung peningkatan kinerja petugas," harap Ruhdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi kasus ini, Drh. Emy Linggawani, Kasi Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Aceh Tengah (28/5) yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan sudah melakukan upaya-upaya pencegahan berupa vaksinasi sejak 2 bulan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekitar 1000 ekor ternak sapi dan kerbau sudah diperiksa kesehatannya dan dilakukan vaksinasi penyakit Septicemia Epizootica (SE) atau lebih dikenal sebagai penyakit Ngorok,” kata Emy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Emy, pihaknya sudah keluarkan pengumuman bulan April lalu menjelang dimulainya musim panen padi yang berisi himbauan kepada pemilik ternak melalui kepala kampung agar mengumpulkan ternak disuatu tempat untuk divaksinasi dan diperiksa kesehatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penyakit Ngorok atau SE menular sangat cepat, dalam hitungan 8 – 24 jam ternak yang terserang akan langsung mati. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pasteurella Mulloci dan biasanya mewabah saat musim pancaroba seperti ini,” jelas Emy..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun gejala-gejalanya, lanjut Emy, terjadi pembengkakan di wajah dan persis dibawah tenggorokan, lidah menjulur berwarna biru, susah bernapas, salivasi atau air liur yang berlebihan, ternak terlihat lemah dan enggan bergerak, keluar cairan lender dari hidung, suara ngorok dan napas berat serta perut kembung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kepastian jenis penyakit, menurut Emy, sejak bulan Maret pihaknya sudah 3 kali mengirimkan sampel ke Balai Penyidik Penyakit Veteriner (BPPV) Regional I Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maret lalu, kita kirimkan sampel ternak mati dari Serule Kecamatan Bintang, kemudian 17 Mei lalu sampel dari Mendale kecamatan Kebayakan dan terakhir, 26 Mei sampel ternak mati dari Owaq Kecamatan Linge. Akan tetapi sampai hari ini kita belum terima hasil pemeriksaan dari BPPV,” keluh Emy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Peternakan, Drh. Rahmandi (28/5) menyatakan sudah mengantisipasi penyebaran penyakit yang diduga SE tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita melakukan penyuntikan vaksin dan vitamin terhadap ternak warga dibeberapa tempat secara maraton,” kata Rahmandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmandi juga mengaku kecewa atas belum diterimanya hasil analisa penyakit ternak dari BPPV Regional I Medan. “Kita sudah kirimkan sample hewan yang mati untuk diteliti. Tapi hingga kini kita belum mendapat laporannya,” Keluh Rahmadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-7326162835792506597?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/puluhan-ternak-mati-mendadak-peternak.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjFRxGUyTTI/AAAAAAAAATA/8qScJnwlLcE/s72-c/sapi2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-2653092852039166909</guid><pubDate>Thu, 11 Jun 2009 18:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-11T11:37:39.195-07:00</atom:updated><title>Swedia Haramkan Penyembelihan Ternak Ala Islam</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjFNtCSsA4I/AAAAAAAAAS4/HXip6xRBRmg/s1600-h/market.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 145px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjFNtCSsA4I/AAAAAAAAAS4/HXip6xRBRmg/s320/market.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346139668770194306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Muslim Swedia tengah meneriakkan kebebasan beragama, salah satunya mengenai penyembelihan hewan ternak yang dianggap Swedia sebagai bentuk penyiksaan. (SuaraMedia News)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SWEDIA&lt;/span&gt; (SuaraMedia) - Dalam sebuah surat kepada pemerintah Swedia, pimpinan SMF Mahmoud Aldebe, meminta pemerintah untuk menghormati “hak hak demokratis” Muslim Swedia untuk meningkatkan kebebasan beragama.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dia menemukan bahwa seluruh negara di Uni Eropa telah menemukan cara untuk memperbolehkan penyembelihan secara religius dan dapat diterima oleh semua otoritas keagamaan.&lt;br /&gt;Metode penyembelihan halal dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, mengiris melalui kulit, kerongkongan, dan trakhea yang pada akhirnya menyebabkan keluarnya darah dari binatang yang disembelih untuk kemudian dikeluarkan isi perutnya menurut hukum dan ketentuan Islam yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang muncul saat ini adalah ketika obat penghilang rasa sakit diberikan kepada hewan yang akan disembelih. SMF sedang mencari dispensasi dari kementrian peternakan mengenai peraturan tentang sengatan listrik yang harus diberikan terlebih dahulu kepada hewan sebelum dipotong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Metode ini dilarang oleh Islam dan bahkan Yahudi karena tingginya resiko matinya hewan ketika disengat oleh listrik,” tulis Aldebe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelarangan penyembelihan secara Islam telah berlangsung di Swedia sejak 1937.&lt;br /&gt;Aldebe menunjukkan bahwa pada 1937, hanya 20 orang Muslim tinggal di Swedia. Namun sekarang jumlahya mencapai 500.000 dan 60 persen diantaranya adalah penduduk Swedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aldebe berpendapat bahwa pemerintah Sweida harus mempertimbangkan ulang permasalahan tersebut atas nama kebebasan beragama dan hak demokratis. Pemerintah juga dianjurkan untuk tidak tunduk pada “kelompok ekstrimis” seperti “neo-Nazi, pecinta hewan dan peternakan tertentu,” dan dengan mudah memberikan dispensasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berpendapat bahwa lawan haruslah “melihat permasalahan sebagai suatu hal yang lebih dari perlindungan hewan” dan jika hal tersebut adalah permasalahannya, maka tindakan seperti perburuan hewan dan pemotongan babi juga harus dilarang.&lt;br /&gt;Departemen yang terkait sekarang telah bergabung dengan kementrian agrikultur dan sejak saat itu, belum ada tindakan untuk menanggapi protes dari kaum Muslim tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-2653092852039166909?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/swedia-haramkan-penyembelihan-ternak.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjFNtCSsA4I/AAAAAAAAAS4/HXip6xRBRmg/s72-c/market.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-4514073546030843000</guid><pubDate>Thu, 11 Jun 2009 17:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-11T10:49:28.372-07:00</atom:updated><title>Tindak Produsen Abon dan Dendeng Mengandung Babi</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjFDA0Kx5LI/AAAAAAAAASw/oA81EItTQhw/s1600-h/P1000413.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 216px; height: 162px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjFDA0Kx5LI/AAAAAAAAASw/oA81EItTQhw/s320/P1000413.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346127913948406962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dirjen Bimas Islam H Nasaruddin Umar menegaskan pihaknya berkoordinasi lintas instansi akan mengambil tindakan tegas terhadap produsen yang telah dengan sengaja melakukan penipuan terhadap produk abon dan dendeng mengandung babi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai melakukan rapat koordinasi dengan Departemen Pertanian, Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Depkes dan YLKI terkait adanya produk abon dan dendeng yang beredar di pasaran mengandung babi, di Jakarta, Rabu (8/4), Nasarudin Umar menegaskan, langkah yang akan diambil adalah pendekatan hukum dan menarik produk dari pasaran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kita telah menurunkan tim lintas instansi untuk menyelidiki kasus tersebut," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, telah terbukti sejumlah produk dendeng dan abon yang mencantumkan label halal, ternyata mengandung babi. Ternyata Terbukti beberapa temuan-temuan yang telah dilakukan, ada kenyataan seperti itu (tercampur babi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BP POM) Tien Gartini Budhianto mengatakan, pemerintah akan melakukan uji produk seluruh produk dendeng dan abon yang beredar di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami akan uji semua produk dendeng dan abon dan hasil ujinya nanti akan kami umumkan ke publik secara bertahap. Jadi tidak hanya produk temuan. Pengujian ini dilakukan tidak saja di Jakarta, tapi juga di 26 badan POM yang ada di 26 provinsi," kata Tien Gartini Budhianto .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna menguji suatu produk olahan daging apakah mengandung babi atau tidak, maka dibutuhkan uji laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau masih berupa daging, masih mudah untuk dibedakan. Tapi kalau sudah berupa produk makanan, sangat sulit, harus uji DNA melalui tes laboratorium," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tien, prinsipnya semua pihak terkait bertugas untuk menjamin produk itu aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengenai halal, bukan domain Badan POM. Tapi kita punya badan kerja sama antara Depag, Deppkes dan MUI. Yang berhak mengatakan halal atau tidak adalah LP POM MUI. LP POM MUI inilah yang melakukan audit kehalalannya dan Badan POM dari aman dan baiknya suatu produk. Setelah mendapatkan sertifikat MUI, barulah mereka bisa mencantumkan label halal," kata Tien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditegaskan Tien, bahwa suatu produk yang mengandung bahan babi, harus mencantumkan gambar babi secara utuh dengan warna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi bisa terlihat jelas oleh konsumen," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan yang sama, Vterinary Pblic Halth Departemen Pertanian Turni Rusli Sjamsuddin mengatakan sejak tahun lalu pihaknya sudah bekerja sama dengan LP POM MUI untuk memberikan sertifikat juru sembelih halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian menurut Rusli, seluruh RPH di Indonesia yang memotong sapi atau hewan lainnya, itu harus halal, harus dipotong secara halal, kalau akan diedarkan untuk umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu ada di UU dan di peraturan menteri. Persoalannya, apakah sudah ada sertifikat atau belum. Melihat perkembangan ini, kita membuat program sertifikasi juru sembelih halal, bekerja sama dengan LP POM MUI. Program ini kita optimalkan lagi, baru tahun kemarin. Tapi bukannya baru tahun kemarin kita mulai soal halal ini. Nah, yang baru terjangkau lebih kurang sepuluh persen," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukannya yang lain tidak halal. Karena kewajiban halal sudah tertuang sejak lama, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"10 persen ini dari RPH yang ada. termasuk TPH (Tempat Pemotongan Hewan) dan RPU (Rumah Pemotongan Unggas). Setiap kabupaten, ada RPH atau TPH atau TPU," kata Rusli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fungsi kita menjamin produk pangan asal hewan harus aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). Kita harus jamin itu, dari manapun asalnya, termasuk dari luar negeri, baik produksi rumah tangga maupun produksi skala besar," ia tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-4514073546030843000?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/tindak-produsen-abon-dan-dendeng.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjFDA0Kx5LI/AAAAAAAAASw/oA81EItTQhw/s72-c/P1000413.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-4607675558859524169</guid><pubDate>Thu, 11 Jun 2009 17:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-11T10:55:27.691-07:00</atom:updated><title>Strategi Dalam Pencapaian Swasembada Daging Sapi</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjFB0U5LvMI/AAAAAAAAASo/3xzKgLTjKQY/s1600-h/2318170142_f885d831fe.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 235px; height: 157px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjFB0U5LvMI/AAAAAAAAASo/3xzKgLTjKQY/s320/2318170142_f885d831fe.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346126599883046082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Swasembada daging, khususnya daging sapi, sebagaimana yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 59/Permentan/HK.060/8/2007 tentang Pedoman Percepatan Pencapaian Swasembada Daging Sapi (P2SDS).&lt;/span&gt; Melalui kegiatan P2SDS tersebut diharapkan pada tahun 2010, kebutuhan daging sapi bagi masyarakat sudah dapat dipenuhi dari dalam negeri minimal sebesar 90 % atau 281,90 ribu ton.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Strategi yang ditempuh dalam pencapaian swasembada daging sapi dilakukan melalui (1) Pengembangan sentra perbibitan dan penggemukan; (2) Revitalisasi kelembagaan dan SDM Fungsional di lapangan; dan (3) Dukungan sarana dan prasarana. Starategi tersebut diimplementasikan melalui tujuh langkah operasional yang meliputi : 1. Optimalisasi akseptor dan kelahiran IB Pada tahun 2009, ditargetkan untuk pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) bagi 1.983.956 ekor akseptor dengan penyediaan semen beku sebanyak 2.096.831 dosis. 2. Penanganan gangguan reproduksi dan penyakit hewan pada tahun 2009, direncanakan pemeriksaan gangguan reproduksi bagi 46.943 ekor induk dan pemeriksaan penyakit Brucellosis sebesar 17.203 ekor 3. Perbaikan mutu bibit dilakukan baik secara penambahan jumlah maupun peningkatan kualitas. Upaya perbaikan mutu bibit dilakukan salah satunya melalui penyebaran Sapi Brahman cross, sebanyak 7.836 ekor dalam keadaan bunting, sampai saat sekarang telah berhasil melahirkan anak sebanyak 3.600 ekor serta membangun atau memperkuat kelompok usaha pembibit ternak yang berdaya saing, mandiri dan berkelanjutan sehingga terbentuknya Village Breeding Centre. 4. Pengembangan Rumah Potong Hewan (RPH) dan pengendalian pemotongan betina produktif. Pengendalian pemotongan betina produktif dilakukan bekerjasama dengan Dinas Peternakan Daerah, sedangkan untuk perbaikan RPH telah dilakukan pada 8 RPH. 5. Intensifikasi kawin alam kebutuhan pejantan untuk menunjang kebutuhan intensifikasi kawin alam tahun 2008 dibutuhkan 1.874 ekor yang dilaksanakan bekerjasama dengan Dinas Peternakan Daerah. 6. Pengembangan pakan lokal dalam rangka pengembangan pakan lokal telah dibangun kebun rumput seluas 3.835 Ha dan padang panggonan seluas 9 Ha, disamping itu dikembangkan pola integrasi sapi dengan tanaman perkebunan. 7. Pengembangan pakan lokal pengembangan SDM, kelembagaan dan kegiatah pendukung yang diimplementasikan melalui kegiatan Sarjana Membangun Desa (SMD). Pengembangan SDM dan kelembagaan juga dilakukan melalui penumbuhan Unit Lapangan IB (ULIB) dan pelatihan tenaga teknis (inseminator, PKB dan ATR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-4607675558859524169?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/strategi-dalam-pencapaian-swasembada.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjFB0U5LvMI/AAAAAAAAASo/3xzKgLTjKQY/s72-c/2318170142_f885d831fe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-4078025895035490551</guid><pubDate>Thu, 11 Jun 2009 06:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-05T10:40:10.710-07:00</atom:updated><title>Feed Quality for Food Safety</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjCrUnUh1oI/AAAAAAAAASU/1klEdpxSqyA/s1600-h/Braford-cattle.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 176px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjCrUnUh1oI/AAAAAAAAASU/1klEdpxSqyA/s320/Braford-cattle.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345961128329598594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Feed Quality for Food Safety", Kapankah di Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Uni Eropa telah menetapkan tanggal 1 Januari 2006 (berdasarkan regulasi nomor 1831/2003) merupakan tonggak pemusnahan berbagai macam antibiotik dimana selama beberapa dekade belakang merupakan substans yang kerap digunakan oleh peternak di berbagai belahan dunia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri sejak digunakannya antibiotik sebagai senyawa promotor pertumbuhan dalam pakan ternak, telah terjadinya peningkatan pendapatan peternak berkat kemampuan senyawa tersebut mengkonversikan nutrisi dalam pakan secara efisien dan efektif. Namun akhir-akhir ini penggunaan senyawa antibiotik dalam ransum ternak telah menjadi perdebatan sengit oleh para ilmuan akibat efek buruk yang ditimbulkan tidak hanya bagi ternak tetapi juga bagi konsumen yang mengkonsumsi produk ternak tersebut melalui residu yang ditinggalkan baik pada daging, susu maupun telur.&lt;br /&gt;Sebenarnya pelarangan penggunaan antibiotik dalam pakan ternak bukan merupakan hal yang baru bagi sebagian negara Eropa. Jauh hari sebelumnya beberapa negara tertentu telah membatasi penggunaan zat aditif tersebut dalam pakan ternak seperti di Swedia tahun 1986, Denmark tahun 1995, Jerman tahun 1996 dan Swiss tahun 1999. Akan tetapi pelarangan tersebut tidak menyeluruh hanya terbatas pada jenis antibiotik tertentu misalnya avoparcin (Denmark), vancomycin (Jerman), spiramycin, tylosin, virginiamycin dan chinoxalins (Uni Eropa). Hingga kini hanya tersisa empat antibiotik yang masih diizinkan penggunaannya dalam ransum ternak pada masyarakat Eropa yaitu flavophospholipol, avilamycin, monensin-Na dan salinomycin-Na.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjCrnyjdLFI/AAAAAAAAASc/AwRjyBq4ijo/s1600-h/Beef+Shorthorn+Cow+female.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 300px; height: 202px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjCrnyjdLFI/AAAAAAAAASc/AwRjyBq4ijo/s320/Beef+Shorthorn+Cow+female.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345961457762511954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Antibiotik dan Pengaruhnya&lt;br /&gt;Apa yang mendasari pelarangan penggunaan antibiotik dalam pakan ternak? Sejak ilmuan berkebangsaan Rusia Metchnikoff (1908) berhasil mengklasifikasi jenis mikro-organisma yang terdapat dalam saluran pencernaan manusia, makin terkuak lebar peranan penting akan berbagai genera mikroflora bagi kehidupan makhluk hidup. Keseimbangan antara bakteri-bakteri yang menguntungkan dan merugikan dalam saluran pencernaan sepatutnya menjadi perhatian lebih demi terciptanya hidup yang sehat bagi manusia dan produksi yang tinggi bagi ternak. Keseimbangan populasi bakteri dalam saluran pencernaan (eubiosis) hanya dapat diraih apabila komposisi antara bakteri yang menguntungkan seperti Bifidobacteria dan Lactobacilli dan yang merugikan seperti Clostridia setidaknya 85% berbanding 15%. Dengan komposisi tersebut fungsi “barrier effect“ mikroflora yang menguntungkan dalam tubuh makhluk hidup dengan cara mencegah terbentuknya koloni bakteri phatogen (colonisation resistence) bisa teroptimalkan. Ketidakseimbangan populasi antara bakteri yang menguntungkan dan merugikan (dysbiosis) berakibat turunnya produksi ternak.&lt;br /&gt;Salah satu cara memodifikasi keseimbangan bakteri di dalam saluran pencernaan adalah dengan pemberian antibiotik. Antibiotik dipercayakan dapat menekan pertumbuhan bakteri-bakteri phatogen yang berakibat melambungnya populasi bakteri menguntungkan dalam saluran pencernaan. Tingginya mikroflora menguntungkan tersebut dapat merangsang terbentuknya senyawa-senyawa antimikrobial, asam lemak bebas dan zat-zat asam sehingga terciptanya lingkungan kurang nyaman bagi pertumbuhan bakteri phatogen.&lt;br /&gt;Namun disayangkan penggunaan antibiotik berakibat buruk bagi ternak dikarenakan resistensi ternak terhadap jenis-jenis mikro-organisme phatogen tertentu. Hal ini telah terjadi pada peternakan unggas di North Carolina (Amerika Serikat) akibat pemberian antibiotik tertentu, ternak resisten terhadap Enrofloxacin yang berfungsi untuk membasmi bakteri Escherichia coli. Dibagian lain residu dari antibiotik akan terbawa dalam produk-produk ternak seperti daging, telur dan susu dan akan berbahaya bagi konsumen yang mengkonsumsinya. Seperti dilaporkan oleh Rusiana dengan meneliti 80 ekor ayam broiler di Jabotabek menemukan 85% daging ayam broiler dan 37% hati ayam tercemar residu antibiotik tylosin, penicilin, oxytetracycline dan kanamycin (www.poultryindonesia.com). Oleh karena itu berbagai upaya telah dilakukan bertahun-tahun untuk mencari bahan tambahan dalam pakan ternak sebagai pengganti antibiotik yang berbahaya tersebut.&lt;br /&gt;2. Bahan Aditif Pengganti Antibiotik&lt;br /&gt;Konsep pakan ternak berdasarkan kualitas semata (kebutuhan energi dan protein ternak) mulai ditinjau ulang oleh nutritionist akhir-akhir ini. Tuntutan konsumen akan produk ternak yang sehat, aman dan terbebas dari residu berbahaya telah mengajak ilmuan untuk mencari alternatif sumber-sumber pakan baru sekaligus zat aditif yang aman. “Feed quality for food safety“ merupakan slogan yang acap di dengungkan dimana-mana pada masyarakat Eropa termasuk Jerman. Produk pertanian dan peternakan alami tanpa menggunakan secuilpun bahan kimia dalam bahasa Jerman dikenal “okologische produkte” mulai mempunyai pasar tersendiri. Konsumen rela membayar dengan biaya berlipat demi mendapat makanan yang sehat, aman dan terbebas dari residu kimia.&lt;br /&gt;Kerja keras ilmuan dalam usaha menemukan zat aditif pengganti antibiotik telah membuahkan hasil yang tidak begitu mengecewakan. Beberapa alternatif zat aditif pengganti antibiotik telah ditawarkan bagi peternak untuk memicu produksi dan reproduksi seperti pro- dan prebiotik, asam-asam organik, minyak esensial (essential oil) dan berbagai jenis enzim. Senyawa-senyawa aditif tersebut terbukti mampu meningkatkan produksi ternak tampa mempunyai efek samping bagi ternak dan konsumen yang mengkonsumsinya.&lt;br /&gt;3. Pro- dan Prebiotik&lt;br /&gt;Penggunaan pro- dan prebiotik bukan merupakan hal baru dalam dunia peternakan. Fungsi zat aditif ini tidak jauh berbeda dengan antibiotik yaitu mengatur komposisi mikroflora dalam saluran pencernaan. Bakteri asam laktat seperti Lactobacillus bulgaricus, Lactobacilus acidophilus, Bifidobacteria thermophilum dan jenis fungi seperti Saccharomyces cerevisiae adalah contoh-contoh probiotik yang telah diproduksi secara komersial. Lingkungan menyenangkan untuk pertumbuahan bakteri menguntungkan (penurunan pH dengan memproduksi asam laktat) akan tercipta dengan mensuplai probiotik pada ransum ternak. Probiotik juga dapat mengurangi produksi racun dan menurunkan produksi amonium dalam saluran pencernaan.&lt;br /&gt;Prebiotik adalah oligosakarida yang tidak dapat dicerna oleh hewan monogastrik (ayam dan babi). Senyawa ini digunakan sebagai substrat untuk merangsang pertumbuhan bakteri yang menguntungkan seperti Bifidobacteria dan Lactobacilli. Pemberian 0,1 – 0,5% dalam ransum dapat meningkatkan bakteri yang menguntungkan dan menurunkan populasi bakteri yang merugikan.&lt;br /&gt;4. Asam-asam Organik&lt;br /&gt;Asam-asam organik sebenarnya diproduksi secara otomatis dalam tubuh ternak melalui proses fermentasi selanjutnya digunakan sebagai sumber energi. Perkembangan biotekhnologi yang begitu pesat mengilhami industri-industri pakan ternak untuk memproduksi asam-asam organik dalam bentuk komersial seperti asam asetat, propionat laktat dan citrat yang dikemas dalam bentuk cair. Penambahan asam-asam organik dalam pakan ternak dapat menigkatkan produktifitas ternak. Peningkatan performance ternak terjadi melalui penciptaan lingkungan yang serasi bagi perkembangan mikroflora menguntungkan. Dengan lingkungan yang menguntungkan bagi pertumbuhan bakteri tertentu (melalui penurunan keasaman) dapat mengaktifkan serta merangsang produksi enzim-enzim endegenous dan berakibat meningkatnya absorbsi nutrisi dan konsumsi pakan untuk pertumbuhan, produksi dan reproduksi.&lt;br /&gt;5. Minyak Esensial (Essential oil)&lt;br /&gt;Saat ini dikenal lebih kurang 2600 jenis minyak esensial yang dihasilkan melalui ekstraksi berbagai jenis tanaman. Jamak diketahui bahwa setiap tanaman mempunyai komponen bioaktif yang spesifik. Di dalam tubuh makhluk hidup senyawa bioaktif tersebut mempunyai aktifitas microbial, sebagai antioksidan, bersifat antibotik dan juga meningkatkan kekebalan tubuh. Beberapa contoh minyak esensial yang terdapat pada tanaman misalnya cinnamaldehyde (cinnamon), eugenol (clove), allicin (garlic) dan methol (peppermint).&lt;br /&gt;Dari hasil-hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan minyak esensial dalam pakan ternak dapat memperbaiki performance ternak melalui meningkatnya nafsu makan ternak, meningginya produksi enzim-enzim pencernaan serta stimulasi antiseptik dan antioksidan dari minyak atsiri tersebut. Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan keaneka ragaman sumber daya alam hayati. Hal ini menjadi suatu tantangan sekaligus harapan bagi ilmuan untuk menggali berbagai potensi yang tersedia untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan kemakmuran rakyat.&lt;br /&gt;6. Enzim&lt;br /&gt;Enzim merupakan senyawa protein yang berfungsi sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi pemecahan senyawa-senyawa yang komplek menjadi sederhana. Saat ini telah terindentifikasi lebih kurang 3000 enzim. Walaupun dalam tubuh makhluk hidup enzim dapat diproduksi sendiri sesuai dengan kebutuhan, penambahan enzim pada ransum kadang kala masih dibutuhkan. Hal ini disebabkan beberapa faktor seperti antinutrisi faktor pada bahan pakan (lekctins dan trypsin inhibitor), rendahnya efesiensi kecernaan bahan pakan, dan ketidak tersediaan enzim tertentu dalam tubuh ternak. Xylanase dan ß-glucanase adalah contoh-contoh enzym yang digunakan pada ternak monogastrik untuk meningkatkan daya cerna ternak. Rendahnya kemampuan ternak muda untuk mencerna protein pada kacang kedele (glycin dan ß-conglycin) dapat diatasi dengan penambahan enzim protease.&lt;br /&gt;Phytase sebagai enzim yang mampu meningkatkan penyerapan posphor mendapat perhatian cukup besar para peneliti saat ini. Bahan-bahan basal pakan yang kaya karbohidrat seperti gandum, barley, jagung dan lainnya, mengikat unsur phosphor dalam bentuk asam phytat (myo-inositol hexaxy dihidrogen phosphat) sehingga tidak mampu dicerna oleh ternak. Dengan mensuplai phytase yang berasal dari Aspergillus atau Trichoderma strains dalam ransum ternak dapat meningkatkan ketersediaan phospor, Ca, Zn dan asam amino bagi ternak. Polusi lingkungan melalui Eutropication juga dapat dicegah dengan penambahan phytase dalam pakan ternak.&lt;br /&gt;Penelitian bahan aditif alternatif sebagai pengganti antibiotik terus dilakukan tidak hanya terbatas pada lembaga penelitian, universitas, institut tapi juga merambah ke berbagai industri makanan ternak. Bagi industri pakan masih terbuka peluang bisnis yang cukup besar dengan menciptakan produk-produk zat aditif baru dengan nilai ekonomis tinggi serta mampu bersaing di pasar.&lt;br /&gt;Kesadaran para konsumen akan produk ternak yang terbebas dari residu kimia (antibiotik, alfatoksin, dioxin) dan mikrobiologi berbahaya (salmonella, enterobacteriaceae dan BSE-carriers) semakin meningkat di negara-negara maju. Kualitas kontrol bahan pakan terus dilakukan oleh pemerintah secara berkala melalui system HACCP (hazard analyis and critical control points) sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah tersusun secara sistematis dan disepakati bersama. Kapankah Indonesia ada suatu jaminan pasti bagi konsumen untuk mengkonsumsi produk-produk ternak yang terbebas dari residu antibiotik dan sejenisnya? Bukankah makanan adalah salah satu faktor yang bisa meningkatkan angka harapan hidup (life expectation) suatu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-4078025895035490551?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/feed-quality-for-food-safety.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjCrUnUh1oI/AAAAAAAAASU/1klEdpxSqyA/s72-c/Braford-cattle.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5613757970611139790.post-2039882926925239089</guid><pubDate>Thu, 11 Jun 2009 06:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-05T10:40:24.675-07:00</atom:updated><title>Hasil-Hasil Penelitian Sapi Madura</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjCqGN_zGBI/AAAAAAAAASE/sdgQP5arAq8/s1600-h/Maluku-7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 288px; height: 217px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjCqGN_zGBI/AAAAAAAAASE/sdgQP5arAq8/s320/Maluku-7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345959781501966354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sapi Madura adalah salah satu bangsa sapi asli Indonesia, banyak didapatkan di Pulau Madura. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Salah satu kelebihan sapi Madura adalah tahan terhadap kondisi-pakan yang berkualitas rendah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;Namun ada kecenderungan bahwa mutu sapi Madura menurun produktivitasnya atau terjadi pergeseran nilai (produktivitas) dari waktu ke waktu, yang sanipai saat ini pertyebabnya belum diketahui dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Telah dilakukan penelitian yang diarahkan kepada peningkatan produktivitas melalui seleksi bibit dan perbaikan pakan, tatalaksana pemeliharaan dan penanganan faktor sosial ekonomi pemeliharaan sapi Madura.&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dari 535 ekor sapi jantan muda yang diamati di P.Madura, ternyata sapi yang baik terseleksi sebanyak 30 ekor. Libido sapi Madura calon pejantan sangat kuat, tetapi produksi semen masih agak rendah, yaitu: rata-rata 1,0-1,3 ml/ejakulasi dengan konsentrasi 409 juta spermatozoa.&lt;br /&gt;Pemberian gliricidia sebanyak20% + dedak 1,5%bobotbadandenganjerami kedelaiad libitum meningkatkan bobot badan 451 gr/ekor/hari. Hasil pengamatar di Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya menunjukkan, bobot hidup dari sapi yang dipotong masih dibawah 250 kg dengan bobot karkas antara 50,96% - 51,72%. Dari segi tatalaksana pemeliharaan menunjukkan, sekitar 80% petani pemelihara menggunakan sapi Madura sebagai sapi kerja dengan jumlah kisaran pemeliharaan 1,25-2,5 unitternak. Status pemilikan sapi Madura di peternak, antara lain: sebagai sapi sendiri dan sapi gaduhan. Ratio antara jumlah sapi gaduhan dengan jumlah tenaga kerja keluarga produktif masih rendah, berkisar antara 1,0 - 1,5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disimpulkan bahwa seleksi calon pejantan sapi Madura merupakan salah satu cara untuk meningkatkan mutu sapi Madura yang cenderung menurun. Gliricidia merupakan salah satu jenis tana man yang dapat dipakai untuk memperbaiki penampilansapi Madura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5613757970611139790-2039882926925239089?l=www.ternakperkasa.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.ternakperkasa.co.cc/2009/06/hasil-hasil-penelitian-sapi-madura.html</link><author>noreply@blogger.com (Ternak Perkasa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eQUuoVZ6mf8/SjCqGN_zGBI/AAAAAAAAASE/sdgQP5arAq8/s72-c/Maluku-7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>
