Sapi Gila Tak Pengaruhi Penjualan Sapi Untuk Kurban


Penyakit sapi gila yang akhir-akhir ini menjadi isu nasional tak mempengaruhi penjualan sapi sebagai hewan kurban, bahkan para pedagang mengaku mengalami peningkatan penjualan sapi hingga 10-20 persen.
"Menjelang Idul Adha tahun ini, penjualan sapi kami meningkat cukup baik dibanding Idul Adha tahun kemarin sebesar 10 hingga 20 persen," kata seorang penjual hewan kurban jenis sapi Bima yang mangkal di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Muhdar Dena yang ditemui ANTARA, Jumat.

Guru SLTP yang menggunakan kesempatan Idul Adha untuk berdagang sapi itu mengatakan, dari 100 sapi yang dijual sejak seminggu yang lalu, sekitar 60 sapi sudah terjual, padahal tahun-tahun lalu pihaknya hanya bisa menjual 50 ekor sampai malam menjelang Idul Adha. Pihaknya, ujar dia, juga menjual kerbau yang karena lebih berat dan besar harganya lebih mahal, kalau sapi yang memiliki berat 400kg dijual Rp5 juta dan yang 200kg dijual Rp3 juta, maka kerbau dengan berat 450kg dijual Rp 7,6 juta. Ia mengatakan, dari hasil penjualan hewan kurban sapi dan kerbau tersebut ia dapat memperoleh keuntungan hingga Rp100-150 ribu per ekor setelah dikurangi ongkos kirim dan pakan sapi. Sementara itu pedagang sapi Bali, Suparno, juga mengalami hal sama yang penjualannya meningkat hingga 10-20 persen. Tahun lalu dia hanya menjual 50 ekor, sekarang bisa sampai 50 ekor lebih, katanya. Sapi Bali harganya lebih mahal dibanding sapi Bima karena lebih besar. Harga sapi Bali bisa mencapai sekitar Rp9 juta disbanding sapi Bima yang harganya sekitar Rp.5 juta.
Kambing, Selain penjualan sapi yang meningkat, penjualan kambing dan domba juga naik.
Taufik, pedagang hewan kurban jenis kambing dan domba di tempat yang sama, mengatakan, pada Idul Adha tahun ini penjualan hewan kurbannya juga meningkat 10-20 persen dibanding tahun lalu.
Menurut dia, peningkatan itu terjadi karena tahun lalu musim hujan terus-menerus sehingga minat pembelipun berkurang. Ia mengatakan, harga kambing dan domba bervariasi tergantung beratnya, untuk kambing seberat 15-20kg dijual Rp500 ribu, sedangkan untuk domba seberat 30-35kg harganya berkisar Rp1 juta sampai Rp1,5 juta.
"Tetapi ada juga pembeli yang tidak peduli dengan berat asalkan kambing tersebut terlihat mulus dan cantik, maka orang akan memilihnya meskipun beratnya kurang, malah kambing yang seperti itu bisa lebih mahal," katanya.
Sementara itu di luar lokasi penjualan hewan kurban harga daging di pasar relatif stabil tidak ada penurunan dan kenaikan, yakni Rp40 ribu per kg.
"Dua hari sebelum Idul Adha harga daging tetap pada harga biasa, justru setelah Lebaran Haji nanti daging biasanya jadi lebih mahal," kata Wita seorang pedagang daging di Pasar Minggu. Wita menambahkan, justru penjualan ayam yang mengalami penurunan dengan adanya isu flu burung. Penurunan itu, menurut dia, mencapai 30-40 persen.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Hubungi Kami.... / Please Contact Us....

PENGUNJUNG

 

TERNAK PERKASA | Copyright 2009 | Website : www.ternakperkasa.co.cc | Designed by: Sofiyanta. ST