Populasi Sapi Bali meliputi sekitar 85% dari seluruh populasi sapi yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melihat perkembangan populasinya yang cukup pesat, sapi Bali di NTTdiduga memiliki tingkat fertilitas yang tinggi (sekitar 70-80% angka kelahiran) seperti di daerah lainnya. Namun data mengenai penampilan produksi sapi Bali di NTT masih sangat terbatas.
Berdasarkan hal tersebut, telah dilakukan suatu penelitian dengan tujuan untuk mempelajari penampilan produksi sapi Bali di Pulau Timor, khususnya di Kabupaten Kupang.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pertumbuhan sapi Bali meningkat selama musim hujan (Desember-Mei) dan menurun pada musim kemarau (Juni-Oktober). Sapi betina dewasa mengalami penyusutan bobot badan paling besar sekitar 520 gr/ekor/hari pada musim kemarau, sedangkan sapi jantan dewasa sekitar 410 gr/ekor/hari. Kelahiran sapi Bali di NTT terkonsentrasi pada bulan Mei - Agustus, dengan persentase kelahiran sebesar 79%. Diduga angka kematian anak sapi Bali di P.Timor sekitar 20-50% per tahun, tergantung lamanya musim kemarau. Bobot lahir anak sapi Bali rendah sekitar 17,00 kg. Bobot badan sapi Bali di Lili Kupang pada umur 6 bulan sebesar 32 kg dan pada umur 12 bulan sebesar 76 kg. Terdapat kecenderungan menurunnya produksi susu induk setelah minggu ke-10 sekitar 530 gr/ekor/hari yang mendapat suplemen dan 440 gr/ekor/hari (tanpa suplemen). Struktur populasi ternak menunjukkan, sapi betina dewasa menduduki proporsi yang tinggi (sekitar 37%), sedangkan sapi jantan dewasa hanya 7%.
Kesimpulan penelitian dapat diinformasikan, adalah: angka kelahiran sapi Bali di P.Timor sekitar 79%, angka kematian anak sapi sekitar 20-50% per tahun tergantung panjangnya musim kemarau. Bobot lahir, pertumbuhan anak sapi dan bobot sapi Bali dewasa rendah. Struktur poulasi ternak didominasi oleh sapi betina dewasa.
Penampilan Ternak Sapi Bali
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment
Silahkan Hubungi Kami.... / Please Contact Us....